I. Latarbelakang
Otak manusia seperti Raksasa yang sedang tidur “Your Brain is like a sleeping giant” ungkapan di atas oleh Tony Buzan ( pencipta Mind Map ) bukanlah berlebihan, karena Manusia baru menggunakan otaknya kurang dari 1% saja dan penyebabnya adalah ketidaktahuan manusia tentang manajemen otak, yaitu bagaimana ( how to …) menggunakan otak secara benar dan efisien.
Salah ilmuwan jenius abad ini, Albert Einstein mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada dua hal yang tidak terbatas, yakni Alam semesta dan otak manusia.
Seringkali kita menemukan orangtua yang mengeluh kesulitan tentang anaknya harus menghafal pelajaran yang begitu banyak. Dan setelah beberapa hari, pelajaran yang dihapal tersebut hilang (lupa) dan si Anak tersebut harus menghapal kembali sehingga membutuhkan waktu lagi untuk mengulangi pelajaran tersebut. Proses belajar seperti di atas merupakakan proses belajar linear ( menoton dan terpola ) yang hanya mengandalkan otak kiri saja dalam belajar sehingga menyebabkan kebosanan otak.
Akan tetapi, kita juga sering mendengar keluhan orang tua tentang anaknya yang menghabiskan waktunya berjam-jam bermain game, menonton film kartun, atau membaca komik. Dan si Anak sangat “Fun” terhadap aktivitas tersebut. Hal disebabkan dalam Film Kartun/Komik/Games selalu ada unsur gambar, warna, cerita ( khayalan ) dan emosi yang terlibat ( senang, Sedih, Seru, semangat ) di samping teks ceritanya.
Ketidakseimbangan antara beban otak kiri dengan otak kanan inilah yang mengakibatkan pemakaian otak tidak optimal.
Faktor penyebabnya adalahpenggunaan otak sebelah kiri yang berlebihan / Overload, antara lain :
- Hampir semua aktivitas kita menggunakan organ tubuh sebelah kanan berarti menggunakan Otak Kiri.
- Kegiatan anak didominasi kegiatan menulis, mencatat, membaca buku, koran, majalah, dll juga aktivitas otak kiri.
- Materi pelajaran Sekolah juga lebih dominan menggunakan otak kiri, seperti Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa.
sedangkan aktivitas otak kanan seperti bermain musik, menggambar, fotografi, dll jarang digunakan bahkan frekuensi lebih sedikit. Padahal daya ingat (memori) otak kanan (otak kreatif) lebih kuat/lama dibandingkan otak kiri ( otak analisis ).
Sebagai Contoh : Lebih mudah mengingat wajah seseorang (Gambar = otak kanan) ketimbang mengingat nama orang ( Kata / huruf = Otak kiri ).
Dari dua kejadian dan aktivitas di atas, bila diselidiki lebih lanjut, “suasana hati dan kenyamanan otak” sangat menentukan aktivitas yang disenangi seorang anak. Untuk itu agar Belajar menjadi lebih menyenangkan, maka harus melibatkan kedua belah otak ”Use Both Sides of your Brain“.
II. Ruang Lingkup Mind Mapping
Salah Revolusioner Cara Belajar Abad ini yang menggunakan seluruh Potensi dan kapasitas otak serta bekerja sesuai dengan cara kerja alami otak adalah Metode Mind Map
Mind Map adalah salah satu sistem yang menggunakan prinsip manajemen otak ( Brain Management ) untuk membuka seluruh Potensi dan kapasitas otak yang masih tersembunyi.
Mind Map merupakan salah satu sistem pembelajaran yang paling banyak dipakai dalam hal membantu anak belajar secara lebih efektif, efisien dan menyenangkan (Learning is Fun) serta terbukti dan mendapat pengakuan di seluruh dunia.
Mind Mapping setiap anak adalah unik, karena Pancaran Pikiran (Radiant Thingking ) setiap Individu berbeda-beda
Misalnya Anda disuruh membayangkan buah Durian maka bayangan Si A, Durian itu enak, pulen, kuning, manis, ada durinya, dll. Sedangkan bayangan si B bisa saja Durian itu jijik, mabuk, lembek, dll
Unsur pokok dalam suatu Mind Map atau Hukum Grafis Mind Map meliputi :
- Pusat Mind Map / Center Image yang berisi Gagasan Utama / Judul / Tema
- Cabang Utama / BOI ( Basic Ordering Ideas ) yang berisi Sub-bab / Kerangka Karangan
- Cabang yang berisi Keterangan
Mind Map ibarat seperti suatu Pohon yang terdiri atas Pohon ( Center Image ), Dahan ( BOI = Basic Ordering Idea ), Ranting = Keterangan, dan Daun = detil.
Unsur Pendukung dalam Mind Map, antara lain :
- Gambar
- Warna dan
- Tata Ruang
Setelah mengenal Hukum Grafis Mind Map, langkah berikut adalah Bagaimana Meringkas Materi Pelajaran yang kemudian dituangkan dalam Mind Map. Langkah-langkahnya antara lain :
- Membaca terlebih dahulu seluruh Isi Materi dan Memahami secara Materi secara Utuh.
- Pilih Kata-Kata kunci / Istilah Penting / Kalimat Utama dan disusun secara acak dulu.
- Setelah Seluruh Kata-kata Kunci selesai ditemukan, kemudian diatur kembali kata kunsi tersebut sehingga menjadi struktur yang paling mudah dipahami dan dimengerti.
III. CARA BELAJAR dengan METODE MIND MAPPING
Metode Mind Map telah teruji dan terbukti efektif dalam meningkatkan cara belajar siswa, bahkan beberapa perusahaan korporasi dunia telah menerapkan sistem ini dalam manajemennya, seperti General Motors, IBM, Boeing, dll
Mind Map merupakan Solusi Wajib dalam Belajar yang efektif dan Menyenangkan ( Fun ), karena
- Mind Map cara kerjanya sesuai dengan cara kerja alami otak manusia yakni Radiant Thinking / Pancaran. Sehingga belajar lebih menyenangkan karena tidak dipaksakan pola pikirnya.
- Mengoptimal Otak kiri dan Otak Kanan secara seimbang, yakni Aktivitas Otak Kiri seperti Tulisan, Urutan Penulisan, Hubungan antarkata dan Otak Kanan seperti Warna, Gambar, Dimensi.
- Belajar jauh lebih Efektif, karena hanya membutuhkan Kata-kata Kunci (15%) dari keseluruhan Teks.
- Gambar yang mengaktifkan Otak Kanan dan Warna yang menyenangkan Otak
- Pengelompokan Informasi, Hierarki Informasi, Hubungan antar Informasi, Tata ruang, dan Unik.
- Mind Map dapat dipakai untuk berbagai Subjek Pelajaran bahkan Mind Map untuk Perencaan Hidup, Aktivitas Rumah tangga ( Sumber Pemasukan dan Pengeluaran ), Program Studi / Masa Depan, dll
Agar Penggunaan Mind Map menjadi efektif, maka harus adanya dukungan dari orang tua di rumah dan guru di sekolah, antara lain Menjadikan Mind Map sebagai suatu kebiasaan Baru. Otak itu ibarat seperti otot, Semakin dilatih semakin kuat dan terampil. Begitu juga keterampilan anak dalam membuat Mind Map.
Peran Orang Tua di Rumah
- Setiap selesai satu bab pelajaran, mintalah anak untuk segera Mind Map.
- Biasakan anak untuk meminta tanda tangan/Paraf pada lembar kerja Mind Map.
- Memberi nilai dan Pujian pada setiap hasil karya Mind Map.
- Menyimpan karya besar otak Anda “My Brain Masterpiece” dalam Folder khusus.
- Saat ulangan, pastikan Anak menggunakan Mind Map untuk melakukan kaji ulang (Recall)
- Tunjukkan betapa Efisien dan efektif Mind Map dalam hal belajar.
Peran Guru di Sekolah
- Menerangkan Materi Pelajaran dengan Metode Mind Map
- Membiasakan Peserta Didik menjawab Materi Ujian dengan Kata-Kata kunci, sedangkan cara Penjelasannya dapat menggunakan kata-kata sendiri / Bukan dihapal mati.
- Membiasakan siswa memahami Materi Pelajaran, Logika Berpikir, dan Argumentasi.
- Membiasakan siswa memaparkan Isi Materi Pelajaran dan Presentasi dengan Mind Map.
- Penugasan Ringkasan Materi dalam bentuk Mind Map, sehingga menghasilkan Ide yang unik ( berbeda tiap individu ),
Sehingga proses contek-mencotek dapat dihindarkan.
IV. Kesimpulan
Mind Map adalah suatu sistem yang dapat mengoptimalkan penggunaan otak kiri dan kanan secara seimbang melalui media Tulisan, Gambar, Warna, dan tata ruang. Dengan Mind Map belajar menjadi lebih menyenangkan, karena cara kerja Mind Map mengikuti cara kerja alami otak/tidak dipaksakan. Mind Map dapat digunakan pada berbagai subjek pelajaran, baik Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Perencanaan hidup, Aktivitas Siswa, dan lain-lain.
Sumber Materi :
- Buku Pintar Mind Map, Tony Buzan, Penerbit Gramedia.
- Memahami Peta Pikiran, Tony & Barry Buzan, Penerbit Interaksara
- Mind Map Langkah demi Langkah, Sutanto Windura, Penerbit Elexmedia Komputindo












