I. Latarbelakang
“… udah kelas 3 SMA sekarang, sebentar lagi Ujian Akhir ( UN ) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi . Waduh … kira-kira kuliah apa ya yang cocok buat aku … !!!”
Kalimat yang sering dilontarkan buat ungkapin perasaan sebagian besar Pelajar SMA se-Indonesia yang sebentar lagi bakalan ngelanjutin studinya. Bagi Pelajar yang sudah mengetahui apa Bakat dan Minatnya dan sudah terbiasa mengambil keputusan sendiri, tidak banyak mengalami kendala dalam memilih jurusan.
Masalah yang timbul pada saat ini, justru kebanyakkan pelajar SMA yang sulit mengambil keputusan karena tidak tahu apa bakat dan minatnya, dan banyak yang belum menemukan potensi dirinya, tidak terbiasa mengambil keputusan sendiri, sehingga bingung ketika harus memilih jurusan dan perguruan tinggi. Belum lagi gaya ikut-ikutan teman agar ketika kuliah sudah memiliki teman yang telah dikenal, bisa juga karena mengikuti pacar atau juga mungkin karena desakan orang tua / keinginan orang tua.
Memang memilih jurusan bukanlah hal / perkara yang mudah dan gampang. Banyak faktor yang harus diperhatikan secara cermat, jangan sampai hanya karena pacar / teman / keinginan orang tua, jurusan yang dipilih pun asal-asalan.
II. Akibat Memilih Jurusan yang tidak Tepat
Sebagian orang berpandangan “Pilihlah jurusan yang mudah diterima dan mudah lulus” atau “Pilihlah jurusan yang gampang dapat pekerjaan dan gajinya besar“, terserah mau sesuai minat atau tidak. Sebenarnya pandangan ini perlu dikaji ulang karena sekali lagi memilih suatu jurusan bukanlah persoalan yang mudah. Faktor-faktor seperti Kemampuan, Minat, Bakat, Kepribadian, dll juga harus diperhatikan.
Memilih jurusan yang salah, memiliki dampak terhadap kehidupan kelak, seperti:
- Aspek Psikologis
Mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan merupakan pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan, apalagi kalau jurusan yang pilih tersebut merupakan desakan orang tua. Belajar karena terpaksa akan sulit dicerna otak karena sudah ada blocking emosi seperti kesal, marah, sebal, sedih, dll sehingga akan menghambat efektivitas kerja otak dan menghambat motivasi untuk terus berhasil.Dampak lainnya seperti tidak percaya diri dan perasaan minder ( karena merasa dirinya bodoh ) yang mengakibatkan hubungan sosial dengan teman-temannya juga semakin berkurang.
- Aspek Akademis
Dampak yang timbul, jika salah memilih jurusan antara lain prestasi yang tidak optimum, banyak mengulang mata kuliah yang berdampak bertambahnya waktu dan biaya, kesulitan memahami materi, ketidakmampuan untuk mandiri dalam belajar dan pada akhirnya indeks prestasi yang kecil sehingga peluang untuk mendapatkan pekerjaan juga semakin sulit.
III. Bagaimana Memilih Jurusan dengan Tepat ?
A. Faktor Internal / Diri Sendiri dan Keluarga
- Pelajari Kelebihan dan Kekurangan diri.
Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan diri masing-masing. Buatlah daftar dan urutkan kelebihan diri ( Kekuatan dan Potensi diri ) mulai dari yang paling dominan kemudian buat juga daftar kekurangan diri ( Kelemahan diri ).Ingat, Kelebihan akan kemampuan diri sendiri tidak hanya terbatas pada akademis saja melainkan berbagai aktivitas pendukung lainnya seperti kemampuan seni, bahasa, olah raga, ICT, dll. Demikian juga kekurangan pada diri masing- masing bukan berarti noda hitam sepanjang hidup. Kekurangan bisa dijadikan alat bantu dan alat kontrol jurusan yang bakal di pilih.Mintalah Teman, Guru atau Orang tua untuk menilai Daftar Kelemahan dan Kelebihan yang telah dipetakan agar hasilnya lebih objektif.
- Sesuaikan dengan Cita-cita, Minat dan Bakat
- Pelajari semua jurusan yang diminati dan cocokkan dengan kelebihan dan kekurangan diri.
Pilihlah jurusan bukan karena prestise melainkan sesuaikan dengan bakat dan kemampuan diri.Misalnya Jika tidak suka hitung-menghitung jangan mengambil jurusan Matematika atau jika tidak suka menggambar jangan mengambil jurusan Arsitektur atau Teknik Sipil, dll. Sesuaikan juga dengan cita-cita yang diinginkan, misalnya Jika ingin menjadi dokter maka masuk ke Fakultas Kedokteran.
- Jangan terjebak pada euforia beberapa jurusan ( Jurusan yang sering didengar dan diperbincangkan )
Misalnya Mentang-mentang sekarang zaman Teknologi Informasi ( Digital ) terus kuliah harus komputer semua,
Sebenarnya tanpa kuliah komputer pun, perkembangan teknologi informasi seperti internet dapat dipelajari dengan mengikuti kursus atau komunitas internet lainnya.
- Pelajari semua jurusan yang diminati dan cocokkan dengan kelebihan dan kekurangan diri.
- Mengumpulkan Informasi
- Cari dan gali informasi sebanyak mungkin tentang jurusan yang diminati, yang meliputi mata kuliahnya, universitasnya,kegiatan kampusnya, profesi kerja dan lapangan kerja, dan kualitas alumninya
- Untuk menggali informasi yang lebih detail, dapat menggunakan Media Internet dengan mengunjungi situs-situs universitas, dengan mempelajari detail jurusan yang dimiliki oleh Universitas tersebut.
- Lokasi dan Biaya
Jika dana yang tersedia terbatas, maka harus direncanakan secara matang agar kuliahnya tidak terhenti di tengah jalan. Antara lain :- Pilihlah lokasi kota atau tempat kuliah yang biaya hidupnya rendah.
- Pilih juga biaya pendidikan yang tidak terlalu tinggi.
- Jika dana yang tersedia juga tidak mencukupi, cari beasiswa, atau kerja paruh waktu / part time.
- Alternatif Jurusan
Hal ini diperlukan untuk berjaga-jaga, seandainya gagal di pilihan pertama maka masih ada kesempatan di alternatif berikutnya. Hidup ini penuh pilihan dan yang harus dilakukan adalah memanfaatkan setiap peluang yang tersedia.
B. Faktor Ekternal Lainnya
Faktor Ekternal berpengaruh pada daya saing untuk masuk ke suatu perguruan tinggi yang dituju. Setelah jurusan ditetapkan, maka tahap berikutnya adalah memilih Universitas yang dituju. Semakin favorit universitas yang dituju, maka semakin tinggi tingkat persaingannya demikianjuga dengan jurusannya, semakin banyak peminat jurusan tersebut akan menyebabkan semakin tinggi pula tingkat persaingannya. Untuk itu pelajari juga beberapa faktor Eksternal antara lain :
- Daya Tampung Jurusan
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di perguruan tinggi favorit yang biasanya memiliki kuantitas terbatas. Hal ini berguna untuk mengukur peluang untuk diterima di Universitas dan Jurusan yang akan dituju. Teknik untuk mengukur peluang tersebut biasanya dinyatakan dalam persentase yang sering disebut Passing Grade. Untuk itu setiap pelajar disarankan mengikuti Simulasi Tes Masuk Perguruan Tinggi untuk mengetahui Passing Grade yang telah dicapai. - Masa Depan, Karir dan Pekerjaan
Menyadari bahwa jurusan yang dipilih hanya merupakan salah satu anak tangga awal dari proses pencapaian karir.Dan pada realitanya, bahwa jurusan yang dipilih tidaklah menjamin kesuksesan masa depan. Jangan dikira bahwa dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidupnya kelak pasti sukses seperti yang diiklankan.
Selain nilai Akademik, Faktor lain seperti pengalaman, ketrampilan dan kemampuan di atas rata-rata normal merupakan nilai tambah dalam mencari suatu pekerjaan, karir dan masa depan.
- Tes Bakat dan Minat
Tes ini merupakan salah satu cara untuk mengekplorasi minat dan bakat siswa dan tes ini biasanya dilakukan bila siswa belum dapat memutuskan ke mana minat dan bakatnya sementara banyak alternatif jurusan yang dapat dipilih.
IV. Kesimpulan
Tak dapat dipungkiri bahwa untuk memilih suatu jurusan dibutuhkan pertimbangan yang matang serta kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurang diri. Namun yang sudah pasti apapun jurusan yang dipilih, setiap pelajar harus diarahkan untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas pilihan dan masa depannya.












