I. Latar Belakang
Negara kita memiliki kekayaan Alam yang Berlimpah dan dari 200-an Juta Penduduk Indonesia tersimpan bibit-bibit potensial yang memiliki Kemampuan Khusus, seperti kutipan dari Harian Kompas, 30 Juli 2009 berikut ini …
… baru sekitar 9.551 Siswa Cerdas dan Berbakat Istimewa Mendapat Layanan Khusus di Sekolah. Dan diperkirakan ada 2,2 persen anak usia Sekolah atau 1,05 juta anak sekolah memiliki kualifikasi Cerdas Istimewa.
Dari Wacana tersebut, Jelas sudah bagi kita bahwa Negara kita bukan hanya kaya dalam Kekayaan Alam ( Natural Resource ), tetapi juga kaya akan Sumber Daya Manusia ( Human Resource ). Sayangnya kedua kekayaan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Minimnya Fasilitas Penunjang Pendidikan seperti Dana Research yang rendah, Perhatian akan siswa berbakat Istimewa yang kurang, dan Pembinaan dan Motivasi akan Siswa Berbakat Istimewa di daerah-daerah khususnya di luar Jawa hampir tidak ada.
Sebagai Perbandingan, Negara tetangga kita Singapura, Meskipun tidak memiliki Kekayaan Alam tetapi mampu menjadi Negara yang Kaya, Hal dikarenakan Negara Singapura mempunyai Konsep Pendidikan ( Blue Print ) yang Jelas dalam meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Dengan Kekayaan Sumber Daya Manusia yang berlimpah juga menjadi daya tarik investor dalam menanamkan Investasi di Singapura.
Jadi, Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia wajib perhatian Utama Bangsa kita, sehingga kandungan Alam yang berlimpah ruah dapat digali oleh Anak-anak Bangsa Sendiri dan untuk Kesejahteraan Bersama.
II. Ruang Lingkup Langkah Awal Menuju Olimpiade SAINS
Seperti kata Orang Bijak, “Mulailah dari Langkah Kecil sebelum Memulai Langkah yang Besar”. Demikian juga Persiapan Olimpiade Matematika & SAINS dapat dimulai dari hal yang kecil, yakni Seleksi Tingkat Sekolah, Menyusun Program Pembinaan, Menyiapkan Materi Pembinaan, Metode Pembinaan dan Kompetisi ( Try Out ).
Berikut ini Langkah-langkah yang dapat di tempuh suatu Sekolah untuk Menyusun Program Olimpiade, antara lain :
- Seleksi Tingkat Sekolah
Sebenarnya semua Sekolah mempunyai kemampuan yang sama untuk menyiapkan Anak-anak didiknya menjadi Juara Olimpiade asal Sekolah tersebut mempunyai Keinginan yang kuat dan Kontinu dalam Persiapan. Sekolah-sekolah yang dapat melahirkan juara-juara Olimpiade adalah Sekolah yang telah memiliki Program yang Jelas, mulai dari Seleksi Siswa hingga Pembinaan.Seleksi ini dapat dimulai dari Nilai Akademik Sekolah ( Rapor Sekolah ), Tes Tertulis yang meliputi Matematika – IPA, Tes Potensi Akademik ( TPA ) atau Tes Intellegency Quatity ( IQ ) dan Interview untuk mengetahui Motivasi Internal Siswa. - Menyusun Program Pembinaan
Program yang disusun meliputi Program Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangkah Panjang.Program Jangka Pendek ( misalnya 3 bulanan ) meliputi Target Materi Konsep, Evaluasi Hasil Belajar, Tingkat Efektivitas Metode Pembinaan, Masalah dan Respon selama Pembinaan. Program Jangka Menengah ( misalnya 1 Tahunan ) meliputi Target yang telah dicapai dan akan dicapai seperti Persentase Peserta didik yang lolos tingkat Kota dan Tingkat Propinsi.Dan untuk Program Jangka Panjang ( 2-3 tahunan ) meliputi Target yang telah dicapai dan akan dicapai dalam Kompetisi Tingkat Nasional seperti OSN ( Emas, Perak atau Perunggu ).Isi Program Pembinaan antara lain meliputi :
- Menunjuk dan Menentukan Instruktur Pembinaan atau Pimpinan Proyek
Instruktur Pembinaan dapat dipilih dari Guru Sekolah atau Lembaga / Universitas yang telah berpengalaman dalam Pembinaan Materi Olimpiade. - Jadwal Pembinaan
Jadwal Pembinaan dapat dilaksanakan di Luar Jam belajar Sekolah / Kegiatan Ekstra kulikuler sehingga Proses Belajar Mengajar di Sekolah tidak Terganggu. Idealnya Pembinaan dilaksanakan 2 kali seMinggu ( @ 2 Jam ). Jadwal ini telah disusun menurut Program Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka Panjang. - Metode Pembinaan
Ada beberapa Metode Pembinaan yang dapat dilakukan, antara lain :- Metode Mind Mapping atau Memory Management
Materi yang memerlukan ingatan yang tinggi, paling efektif menggunakan Metode Mind Mapping. - Metode Analisis dan Eksplorasi
Khusus materi yang memerlukan Penggunaan Konsep Matematika dapat menggunakan Metode Eksplorasi dan Analisis.
- Metode Mind Mapping atau Memory Management
- Materi Pembinaan
Materi Belajar mengacu pada kisi-kisi Olimpiade dan soal-soal Olimpiade. Materi tersebut meliputi Konsep Materi, Latihan Soal, Kuis dan Try Out. Selain itu Istilah Matematika dan SAINS dalam Bahasa Inggris juga sudah mulai diperkenalkan kepada siswa. Karena beberapa soal Olimpiade sering menggunakan Bahasa Inggris - Alokasi Anggaran
Alokasi Anggaran sangat diperlukan jika Sekolah menggunakan Pembinaan dari Luar Sekolah / Lembaga. Selain itu Alokasi Anggaran sangat diperlukan ketika Peserta mengikuti suatu Pertandingan, misalnya biaya untuk Akomodasi, Transportasi, dan Konsumsi.
- Menunjuk dan Menentukan Instruktur Pembinaan atau Pimpinan Proyek
- Uji Coba atau Try Out
Untuk menghasilkan hasil Pembinaan yang Sempurna, harus dilakukan Try Out secara Berkala. Try Out sangat penting dalam membangun Mental Ujian Siswa dan sekaligus mengukur kesiapan dalam suatu Kompetisi.
III. Langkah Awal Menuju Olimpiade SAINS
Setelah terbentuk “Olympiad Community” atau Olimpiade Club, Langkah berikut yang paling penting dan sangat menentukan keberhasilan suatu Pembinaan terletak pada hubungan Siswa dan Instruktur Pembina. Seorang Intruktur yang baik harus memiliki jiwa untuk mendorong, mendidik dan memotivasi para Peserta didiknya. Selain itu sebaiknya Instruktur harus menjadi Partner dan sekaligus tempat curhat para Peserta didik tentang masalah-masalah timbul dalam menyelesaikan suatu soal.
Berikut beberapa Tips Langkah Awal sekaligus Kiat menjadi Juara Olimpiade, yakni:
Bagi Peserta didik, antara lain :
- Disiplin dan Mau Bekerja Keras serta Motivasi Internal yang kuat
Peserta didik harus mempunyai Level Energi yang Tinggi selama Proses Pembinaan yang meliputi :- Disiplin dalam Latihan
- Tekun, Sabar dan Tidak cepat menyerah dalam mengerjakan soal
- Punya keinginan yang kuat / Motivasi diri untuk menguasai soal-soal Olimpiade
- Kreatif / Tidak terpaku pada satu cara atau metode
- Menambah Referensi Sumber Belajar
Peserta didik juga harus aktif mencari Sumber-sumber Belajar / Materi Belajar melalui Buku-buku atau Internet, Memahami Konsep Dasar / Teori suatu Materi serta Aktif mengikuti perkembangan materi Belajar dan Kompetisi. - Memanfaatkan Forum Belajar Bersama
Selain belajar dari Instruktur Pembina, sebaiknya Peserta didik dapat memanfaatkan media belajar lain seperti- Diskusi Kelompok bersama siswa lain dengan Visi yang sama
- Diskusi Kelompok dalam Forum di Internet
- Workshop dan Seminar Olimpiade baik tingkat Kota maupun Nasional
Bagi Pembina / Pembimbing, antara lain :
Seperti sudah disebutkan di atas, Keberhasilan seorang Pembina adalah terletak pada kemampuan untuk mendorong, penguasaan materi dan Motivasi kepada peserta didik. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang Pembina antara lain :
- Melakukan Pembinaan secara Kontinu
- Mengajarkan Konsep Teori dan Mengerjakan Soal dengan berbagai cara / kreatif
- Aktif menambah Wawasan Keilmuwan SAINS
- Rajin Mencari materi Soal dan Buku Penunjang dari Dalam dan Luar Negeri
- Terjadi Diskusi antara Siswa dengan Pembina mengenai Teknik Pengerjaan Soal.
IV. Kesimpulan
Suatu Program Pembinaan akan mencapai hasil yang optimal, jika Program yang dibuat mendapatkan dukungan baik dari semua pihak, yakni Sekolah, Instruktur Pembina dan Siswa. Dan Program tersebut harus mempunyai Cetak Biru ( Blue Print ) mulai dari Seleksi Program, Penyusunan Program, dan Evaluasi Program secara Kontinu.












