Setiap kali kita menyebutkan kata “Matematika”, maka bagi sebagian Anak-anak langsung membayangkan sebagai hal-hal yang rumit, hitungan yang membuat Kepala Pusing Tujuh Keliling, atau Sesuatu yang Membosankan, akan tetapi sebagian kecil Anak-anak yang lain justru merasa Asyik dengan Matematika.
Bagaimana hal ini dapat terjadi ?
Pada awalnya, Matematika sudah diperkenalkan sejak TK bahkan Play Group … dan masing-masing anak dengan kemampuan berpikir yang sama ( masih murni ) mulai menerima Apa itu Matematika … Mulai mengenal bilangan awal … Operasi dasar Matematika seperti tambah dan kurang, Mulai mempelajari proses perhitungan Matematika, mulai mengenal bangun-bangun datar seperti segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, segitiga siku-siku dengan berbagai warna yang menarik, kemudian bangun datar yang lain seperti lingkaran, persegi, persegi panjang, dll.
Asyiik bukan … !! Semua anak-anak pasti senang dengan Permainan Matematika … ?
- Asyiik dengan membuat bangun-bangun datar dengan warna yang menarik
- Asyiik dengan menempel angka-angka pada papan angka
- Asyiik menggambar telur dengan jumlah sesuai dengan angka yang tertera di bawahnya
Pokoknya … pada awalnya sangat menyenangkan … !!
Seiring dengan perjalanan waktu, ketika anak-anak memasuki jenjang Sekolah Dasar, semua kesenangan akan Matematika seakan-akan lenyap … Anak-anak mulai takut dengan Matematika … Anak-anak mulai khawatir setiap ada pelajaran Matematika … lebih celaka lagi, kalau guru Matematikanya adalah Guru yang Menyeramkan alias Killer… Dan kalau sudah seperti ini, bukan Anak-anak saja yang takut akan Matematika bahkan orangtuanya juga ikut sibuk belajar Matematika …!!
Fenomenal dan Luar Biasa sekali bukan …!!
Peralihan dari Logika berpikir dan bermain ke Teknik Pengajaran Matematika yang Teoritis dan Prosedural membuat Anak-anak seakan-akan Shock …belum lagi ditambah beban kurikulum yang berat dengan seabrek pelajaran dan muatan local…
Jadi … semakin lengkaplah penderitaan Anak dan hingga suatu saat … sampai titik jenuh si Anak yang membuat cepat bosan, mudah marah, mengeluh tidak bisa dan negative thingking lainnya.
Padahal Pelajaran Matematika merupakan salah satu kunci dari berbagai disiplin ilmu, dengan Cakupan bidang yang sangat luas .. seperti dalam
- Teknologi dan SAINS untuk pengembangan Model, Aplikasi Teknik, Pengolahan dan Analisis Data, dll
- Ekonomi untuk membaca Laporan Tahunan, Forecasting, Matematika Aktuaria dalam perhitungan Asuransi, dll
- Sosial untuk menghitung biaya social dan variable yang timbul akibat suatu gejala social, dll
- Syarat untuk masuk pegawai Negeri ( Psikotest ), Tes Beasiswa Internasional, Tes Masuk Sekolah, dll serta cerminan kecerdasaan Akademik Anak ( Kecerdasasan Intelensia, IQ).
Mengapa Salah Satu Persiapan Masa Depan dapat melalui Pemahaman Matematika dan Logika Berpikir yang baik ?
Seperti sudah dijelaskan di atas, Matematika mempunyai cakupan bidang yang luas. Sehingga ketika seorang Anak telah mampu menguasai Matematika dan Logika dengan baik, maka Anak akan mampu belajar apapun termasuk IPA, IPS, Komputer dan Bahasa dengan mudah.
Dan sudah pasti beberapa manfaat sudah pasti dirasakan secara langsung, akibat Penguasaan Matematika yang Baik, antara lain :
- Tes Masuk Sekolah Apapun, pasti mengujikan Matematika berarti harus lulus Matematika.
- Tes Masuk PNS, pasti mengandung Matematika ( Tes TPA ) dan berarti harus lulus Matematika
- Tes Beasiswa Internasional khusus Secondary dan S1, pasti harus lulus Matematika.
- Untuk menjadi seorang Profesional di bidang Teknik, Ekonomi, SAINS, dan IT dll harus mempunyai Analisis berpikir yang tajam, mampu membaca Analisis Numerik/data, dll
Beberapa akibat dari Persiapan Matematika yang buruk sedari kecil, antara lain :
- Kebanyakkan para siswa gagal masuk suatu Universitas, akibat nilai tes Matematika yang buruk. Padahal si Anak hanya ingin mengambil kuliah Kedokteran atau Ilmu Sosial lainnya yang notabene tidak memerlukan Matematika yang banyak.
- Tidak Percaya Diri dalam persaingan/Kompetisi yang memerlukan kecerdasan akademik, seperti Tes Masuk Beasiswa Internasional, Tes menjadi Pegawai Negeri / Swasta yang mensyaratkan harus lulus Tes Potensi Akademik.
- Analisis Berpikir dan Logika yang tidak tajam, sehingga Perkembangan Kepribadian biasanya hanya mengandalkan pengalaman.
Apa Langkah Terbaik agar Pemahaman Matematika dan Logika menjadi lebih baik ?
Berdasarkan Pengalaman Instruktur dalam mendidik dan Mengajar Anak, antara lain :
- Perbanyak Latihan Matematika sedari kecil, misalnya setiap hari belajar Matematika minimal 1 Jam
Dengan belajar secara kontinu, maka frekuensi yang berulang lebih banyak yang berarti tingkat keberhasilan
dan Penguasaan akan materi Matematika juga semakin tinggi.
- Berikan Pemahaman Pentingnya Belajar Matematika melalui Permainan atau Membiasakan Anak Membayar buku bacaannya di Kasir atau Memberikan Motivasi kepada Anak misalnya jika ingin seperti Tokoh yang diimpikan maka memerlukan Latihan dan Kerja Keras ( Pantang Menyerah ).
- Untuk Mengasah Logika Berpikir, ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain :
- Biasakan Anak mengerjakan Matematika Nalaria, terutama yang berbentuk soal cerita atau soal Aplikasi Matematika.
- Permainan Matematika seperti Puzzle, Teka-teki Matematika, Catur, dll
- Biasakan Anak membuat Mind Mapping, Skema atau Flow Chart
- Dan yang Terpenting adalah biasakan untuk mencoba/berekspresi akan kemampuan dirinya sendiri dan tidak takut akan salah, dan Terus di Motivasi agar mencoba / memperbaiki kembali … sampai puas ..!
- Guru Matematika yang Terbaik adalah Guru yang paling Sabar dan Mampu memotivasi Anak didiknya untuk terus mencoba .. dan tidak putus asa / mudah menyerah, bukan menakuti atau menjadikan dirinya sebagai sosok yang sombong atau Killer.
Kedekatan dan Mengerti Kesulitan Anak dalam belajar merupakan kunci dalam Belajar Mengajar.
Semoga Menginspirasi …












