<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>St. Ignatius Education Center &#187; Smart Visioner</title>
	<atom:link href="http://www.ignatius-edu.com/kategori/hot-news/smart-visioner/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ignatius-edu.com</link>
	<description>The First Choice to The Best Future</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Aug 2011 02:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Guru Masa Depan</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/guru-masa-depan.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/guru-masa-depan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 04:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/guru-masa-depan.html</guid>
		<description><![CDATA[GURU MASA DEPAN Bangsa kita, masyarakat kita, sangat membutuhkan para guru-guru yang mampu mengangkat citra dan marwah pendidikan kita yang terkesan sudah carum marut, dan seperti benang kusut. Sehingga bagaimana harus dimulai, kapan dan siapa yang memulainya, dan dari mana harus dimulai. Kalaulah kita masing-masing menyadari, dan kalaulah kita masih memiliki rasa keperdulian, dan kalaulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GURU MASA DEPAN Bangsa kita, masyarakat kita, sangat membutuhkan para guru-guru yang mampu mengangkat citra dan marwah pendidikan kita yang terkesan sudah carum marut, dan seperti benang kusut. Sehingga bagaimana harus dimulai, kapan dan siapa yang memulainya, dan dari mana harus dimulai.</p>
<p>Kalaulah kita masing-masing menyadari, dan kalaulah kita masih memiliki rasa keperdulian, dan kalaulah kita mau berbagi rasa, dan kalaulah mau kita berteposeliro, maka pendidikan kita seperti disebutkan di atas, akan dapat dianulir. Oleh sebab itu semua kita memiliki satu persepsi, satu langkah dan satu tujuan bagaimana kita berusaha mengangkat &#8220;batang terendam&#8221; tersebut, menjadi pendidikan bermutu, dan tentunya diharapkan mampu untuk mengangkat peringkat dan citra pendidikan termasuk terendah di Asia.</p>
<p>Satu hal yang akan menjadi titik perhatian kita adalah &#8220;bagaimana merancang guru masa depan&#8221;. Guru masa depan adalah guru yang memiliki kemampuan, dan ketrampilan bagaimana dapat menciptakan hasil pembelajaran secara optimal, selanjutnya memiliki kepekaan di dalam membaca tanda-tanda zaman, serta memiliki wawasan intelektual dan berpikiran maju, tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang ada padanya.<span id="more-661"></span></p>
<p>Bagaimana sebenarnya guru masa depan seperti yang diidamkan oleh banyak pihak, diantaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Planner, artinya guru memiliki program kerja pribadi yang jelas, program kerja tersebut tidak hanya berupa program rutin, misalnya menyiapkan seperangkat dokumen pembelajaran seperti Program Semester, Satuan Pelajaran, LKS, dan sebagainya. Akan tetapi guru harus merencanakan bagaimana setiap pembelajaran yang dilakukan berhasil maksimal, dan tentunya apa dan bagaimana rencana yang dilakukan, dan sudah terprogram secara baik;</li>
<li>Inovator, artinya memiliki kemauan untuk melakukan pembaharuan dan pembaharuan dimaksud berkenaan dengan pola pembelajaran, termasuk di dalamnya metode mengajar, media pembelajaran, system dan alat evaluasi, serta nurturant effect lainnya. Secara individu maupun bersama-sama mampu untuk merubah pola lama, yang selama ini tidak memberikan hasil maksimal, dengan merubah kepada pola baru pembelajaran, maka akan berdampak kepada hasil yang lebih maksimal;</li>
<li>Motivator, artinya guru masa depan mampu memiliki motivasi untuk terus belajar dan belajar, dan tentunya juga akan memberikan motivasi kepada anak didik untuk belajar dan terus belajar sebagaimana dicontohkan oleh gurunya;</li>
<li>Capable personal, maksudnya guru diharapkan memiliki pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan serta sikap yang lebih mantap dan memadai sehinga mampu mengola proses pembelajaran secara efektif;</li>
<li>Developer, artinya guru mau untuk terus mengembangkan diri, dan tentunya mau pula menularkan kemampuan dan keterampilan kepada anak didiknya dan untuk semua orang. Guru masa depan haus akan menimba ketrampilan, dan bersikap peka terhadap perkembangan IPTEKS, misalnya mampu dan terampil mendayagunakan computer, internet, dan berbagai model pembelajaran multi media.</li>
</ol>
<p>Jadi, guru masa depan adalah guru bertindak sebagai fasilitator; pelindung; pembimbing dan punya figur yang baik (disiplin, loyal, bertanggung jawab, kreatif, melayani sesuai dengan visi, misi yang diinginkan sekolah); termotivasi menyediakan pengalaman belajar bermakna untuk mengalami perubahan belajar berdasarkan keterampilan yang dimiliki siswa dengan berfokus menjadikan kelas yang konduktif secara intelektual fisik dan sosial untuk belajar; menguasai materi, kelas, dan teknologi; punya sikap berciri khas &#8220;The Habits for Highly Effective People&#8221; dan &#8220;Quantum Teaching&#8221; serta pendekatan humanis terhadap siswa; Guru menguasai komputer, bahasa, dan psikologi mengajar untuk diterapkan di kelas secara proporsional. Diberlakukan skema rewards dan penegakan disiplin yang humanis terhadap guru dan karyawan.</p>
<p>Guru masa depan juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan para siswanya melalui pemahaman, keaktifan, pembelajaran sesuai kemajuan zaman dengan mengembangkan keterampilan hidup agar siswa memiliki sikap kemandirian, perilaku adaptif, koperatif, kompetitif dalam menghadapi tantangan, tuntutan kehidupan sehari-hari. Secara efektif menunjukkan motivasi, percaya diri serta mampu mandiri dan dapat bekerja sama. Selain itu guru masa depan juga dapat menumbuhkembangkan sikap, disiplin, bertanggung jawab, memiliki etika moral, dan memiliki sikap kepedulian yang tinggi, dan memupuk kemampuan otodidak anak didik, memberikan reward ataupun apresiasi terhadap siswa agar mereka bangga akan sekolahnya dan terdidik juga untuk mau menghargai orang lain baik pendapat maupun prestasinya. Kerendahan hati juga perlu dipupuk agar tidak terlalu overmotivated sehingga menjadi congkak. Diberikan pelatihan berpikir kritis dan strategi belajar dengan manajemen waktu yang sesuai serta pelatihan cara mengendalikan emosi agar IQ, EQ dan ke dewasaan sosial siswa ber imbang.</p>
<p>Selain itu, guru masa depan juga harus memiliki keterampilan dasar pembelajaran, kualifikasi keilmuannya juga optimal, performance di dalam kelas maupun luar kelas tidak diragukan. Tentunya sebagai guru masa depan bangga dengan profesinya, dan akan tetap setia menjunjung tinggi kode etik profesinya.</p>
<p>Oleh sebab itu, untuk menjadi guru masa depan diperlukan kualifikasi khusus, dan barangkali tidak akan terlepas dari relung hati dan sanubarinya, bahwa mereka memilih profesi guru sebagai pilihan utama dan pertama. Weternik memberikan dengan istilah rouping atau &#8220;pangilan hati nurani&#8221; Rouping inilah yang merupakan dasar bagi seseorang guru untuk menyebutkan dirinya sebagai &#8220;GURU MASA DEPAN&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/guru-masa-depan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewujudkan Impian</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/mewujudkan-impian.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/mewujudkan-impian.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 03:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda. Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai. Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda. Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai. Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.</p>
<p>Karena kebiasaan bermimpinya di kelas tersebut ia sempat dikeluarkan dari sekolah. Namun hal tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk mewujudkan semua impiannya. Hingga saat ini Honda dapat memperlihatkan diri kepada dunia bahwa ia adalah salah satu contoh orang yang sangat berhasil dalam mengubah semua impiannya menjadi kenyataan. Dan sampai saat ini Honda terus-menerus melakukan inovasi-inovasi baru melalui mimpi-mimpi barunya dengan melakukan kampanye The Power of Dreams melalui media massa belum lama ini. Begitulah <strong>Sukses itu Dimulai dari Impian Besar</strong></p>
<p>Setiap orang pasti mempunyai impian, sebab kalau tidak, hidup ini akan terasa hampa, tanpa arah, dan tanpa harapan.  Akan tetapi untuk mewujudkan suatu impian, tidaklah mudah, banyak rintangan, atau tantangan yang harus dilakukan. Dan terkadang ketika seseorang ingin mewujudkan impian tersebut, dan sudah melakukan berbagai langkah, tiba-tiba muncul perasaan putus asa karena tantangan atau rintangan yang datang terasa berat untuk dijalankan. Sebenarnya, tidaklah mustahil untuk terus bermimpi dan menjadikannya nyata.<span id="more-658"></span></p>
<p>Jadi Bagaimana mewujudkan impian tersebut menjadi suatu mimpi yang nyata “ The Dream comes true “ ? Berikut beberapa Tips untuk mewujudkan harapan dan impian tersebut, antara lain :</p>
<p><strong># 1. </strong><strong>Mulai dari Diri Sendiri</strong></p>
<p>Paham dengan jelas mengenai sesuatu / hal apa yang diimpikan untuk dicapai / diwujudkan. Selanjutnya perlu menekankan niat dan kemauan untuk mencapainya dengan bersungguh-sungguh. Coba perhatikan lebih dalam lagi diri sendiri, sudah sejauh mana hasrat Anda untuk mewujudkan mimpi Anda, dimulai dengan aktivitas diri sehari-hari.</p>
<p>Setiap Individu dapat <strong>mendeteksi dirinya sendiri</strong> seberapa jauh hasrat untuk mewujudkan mimpinya dengan mendeteksi <strong>bahasa tubuhnya</strong>. Seseorang dengan level energi yang tinggi dan tetap fokus akan tujuannya, sudah pasti dapat mewujudkan mimpinya meskipun harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk berlatih atau belajar tanpa mengeluh akan kesulitan yang dihadapi. Dan sebaliknya, seseorang senantiasa mengeluh  atau merasa lelah dalam setiap latihan atau belajar, sudah pasti akan menemui kegagalan karena memiliki level energi yang rendah serta hasrat yang rendah.</p>
<p>Sebagai Contoh, Jika Anda ingin Lulus PTN Favorit atau Beasiswa Internasional, maka Anda harus paham prosedur apa saja yang Anda harus kerjakan untuk mewujudkan mimpi Anda, dimulai dari syarat-syarat pendaftaran, kapan dan dimana Tes diselenggarakan, Universitas Apa yang dituju serta Jurusan Apa yang diminati kemudian dilanjutkan dengan hasrat yang tinggi untuk mencapai tujuan tersebut dengan belajar lebih keras atau latihan yang lebih intensif  karena Anda menyadari tingginya persaingan dengan orang-orang di sekitar Anda.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>#2. Mimpi Anda sebagai Blue Print</strong><strong> </strong></p>
<p>Saat tumbuh menjadi dewasa, seringkali kita berhenti bermimpi dan memilih untuk lebih realistis. Masalahnya kita jadi kehilangan jalur dari apa yang benar-benar kita minati. Jadi, kini mulailah membangkitkan kembali mimpi-mimpi liar Anda dan lakukan dengan sebebas mungkin. Lihat kembali setiap wilayah dalam kehidupan Anda dan tuliskan gagasan yang datang dari visi-visi dari wilayah yang benar-benar Anda minati. Buat daftar tentang apa yang benar-benar menarik perhatian Anda  dan jelajahi hasrat terkuat Anda.</p>
<p>Dengan demikian setiap mimpi atau impian dapat dituangkan kedalam Blue Print Anda, dan Anda dapat menggambar secara detail atau sejelas mungkin setiap rencana dan langkah yang harus dilakukan untuk segera mewujudkan impian Anda tersebut.</p>
<p>Sebagai Contoh, Anda membayangkan diri Anda sebagai penerima beasiswa kuliah di Luar Negeri, maka yang ada di benak Anda hal-hal yang  indah seperti dapat teman dari mancanegara, uang saku, kuliah gratis, punya kesempatan keliling dunia, fasilitas belajar yang nyaman, kebanggaan orang tua, predikat pandai, bahasa inggris jadi lancar, dll. Kemudian Anda membayangkan jauh lebih dalam lagi, misalnya nanti setelah lulus, saya akan melanjutkan lagi studi S2, melakukan riset, atau mencari kerja lebih dahulu atau pengalaman di negara orang lain atau bekerja sambil kuliah, dll. Tanpa Anda sadari Anda telah membuat Blue Print tentang kuliah Anda berikut langkah-langkah yang akan Anda lakukan. Jadi sebuah mimpi terkadang menjadi suatu Blue Print kita.</p>
<p><strong>#3. Belajar dari Pengalaman Orang lain </strong></p>
<p><strong>Perhatikan, pelajari dan Lihatlah</strong> apa yang dikerjakan oleh orang lain ( Expert pada suatu profesi ) yang berhubungan dengan impian kita itu dan pelajari juga pengalaman mereka. Misal jika kita ingin mewujudkan impian untuk bisa berbisnis online kita bisa belajar dari orang-orang yang berbisnis online. Pelajari juga kisah-kisah para tokoh dunia yang telah berhasil mempengaruhi perkembangan dunia seperti Bill Gates ( Pendiri Microsoft ), Mark Zuckerberg ( Pendiri Facebook ), Sergey Brin dan Larry Page ( Pendiri Google ), dll yang akan menginspirasikan kita bagaimana mewujudkan suatu mimpi.</p>
<p><strong>#4. Lakukan dengan langkah-langkah kecil</strong></p>
<p>Wujudkan / implementasikan hal yang telah kita pelajari tersebut dengan bersungguh-sungguh dan wujudkan secara bertahap, mulailah dari kita mampu dahulu dan kemudian tingkatkan apa yang telah kita capai tersebut. Misalnya Agar dapat lulus PTN Favorit, Anda sudah mulai mempelajari semua materi yang berhubungan dengan tes masuk PTN, kemudian mengerjakan soal-soal tes masuk secara disiplin (misal 10 soal per hari ), mengikuti simulasi / Try Out dan mengevaluasi kesiapan diri Anda serta strategi yang tepat dalam menghadapi tes masuk PTN tersebut.</p>
<p>Semua impian di dunia tak akan mengubah kehidupan tanpa adanya usaha. Ketika Anda memiliki sebuah gagasan tentang pekerjaan apa yang benar-benar Anda harapkan, mulailah mengambil langkah pertama/langkah kecil. Buat sebuah rencana yang akan membantu Anda menjelajahi gagasan itu. Sungguh menakjubkan mengetahui seberapa banyak pintu yang akan terbuka saat Anda mulai membuat rencana dan bertindak!</p>
<p>Ingat semua pekerjaan besar yang sukses abad ini ada langkah kecil di masa lalu dan Sebuah visi akan menjadi nyata hanya jika kita mengambil tindakan untuk mewujudkannya!</p>
<p><strong>#5. Optimis dan Rayakan Kemenangan </strong></p>
<p>Seringkali kita berhenti menciptakan hasrat hidup kita dengan &#8216;menyumbat keyakinan&#8217;. Dan sejatinya, itu juga telah menyumbat kehidupan impian kita. Keyakinan yang kita miliki datang dari pengalaman di masa lalu, orang tua kita, guru, teman-teman yang mangatakan kalau kita seharusnya berbuat sesuatu. Ini saatnya untuk melihat kembali semua itu dan harga yang telah kita bayar untuk meyakini hal itu. Hapus semua yang mengahambat keyakinan! Dan mulai meyakininya untuk memberi nafas kehidupan pada impian Anda.</p>
<p>Jangan lupa merayakan setiap kemenangan, Mulailah dengan perayaan di setiap langkah kecil dalam mewujudkan impian Anda. Kenapa? Pertama, karena ini menyenangkan! Kedua, merayakan setiap kesuksesan kecil membantu Anda untuk tetap fokus pada kesuksesan dan mempertahankan motivasi Anda untuk terus bergerak maju.</p>
<p><strong>Semoga Menginpirasi &#8230;</strong></p>
<p><strong>Disadur dari berbagai Artikel dan Pengalaman Hidup Pribadi</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/mewujudkan-impian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Try Out sebagai  Strategi menuju Keberhasilan</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/try-out-sebagai-strategi-menuju-keberhasilan.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/try-out-sebagai-strategi-menuju-keberhasilan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 03:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Mau Lulus UN … Mau Lulus SNM-PTN … Mau Lulus Beasiswa Internasional … “ Banyak Jalan menuju Roma ”, bentuk ungkapan yang sering dilontarkan ketika seseorang menemui suatu masalah atau ingin memecahkan suatu masalah. Demikian juga jika seseorang khendak mencapai suatu cita-cita atau ingin berhasil/lulus dalam suatu kompetisi/ujian. maka banyak jalan yang dapat dilakukan antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><strong>Mau Lulus UN … </strong></li>
<li><strong>Mau Lulus SNM-PTN … </strong></li>
<li><strong>Mau Lulus Beasiswa Internasional …</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> “ Banyak Jalan menuju Roma ”, </strong>bentuk ungkapan yang sering dilontarkan ketika seseorang menemui suatu masalah atau ingin memecahkan suatu masalah. Demikian juga jika seseorang khendak mencapai suatu cita-cita atau ingin berhasil/lulus dalam suatu kompetisi/ujian. maka banyak jalan yang dapat dilakukan antara lain melalui belajar yang tekun, disiplin diri yang tinggi, Motivasi yang kuat dan tak kalah penting adalah dengan melakukan “Uji Coba” Try Out  sebelum memasuki “Medan Perang” yang sesungguhnya.</p>
<p>Orang-orang besar / terkenal adalah orang-orang yang selalu mencoba dan mencoba hingga menghasilkan suatu hasil yang luar biasa, sebagai contoh Thomas Alfa Edison melakuan ribuan percobaan hingga menghasilkan Listrik seperti yang kita nikmati sekarang ini, atau Roket yang dapat meluncur hingga ribuan kilometer dari permukaan Bumi adalah bentuk dari sutau percobaan. Jadi jangan takut untuk mencoba, sebab banyak hal yang dapat dikerjakan melalui Uji Coba.</p>
<p>Mengapa Perlu Uji Coba “ Try Out ”?</p>
<p>Banyak Pelajar selalu mencari berbagai alasan untuk menghindari Try Out, Mereka selalu mengeluh Tugas Sekolah yang banyak, banyak ulangan harian, nggak sempat karena ada kegiatan lain, ada urusan keluarga, dan berbagai alasan lainnya yang langsung timbul secara Otomatis bila mendengar ada Try Out Matematika, Try Out UN, Try Out SNM-PTN dan lain-lain.</p>
<p>Padahal tanpa mereka sadari, Try Out merupakan pintu gerbang untuk mencapai Keberhasilan.</p>
<p>Beberapa <strong>manfaat </strong>yang dapat dipetik dari <strong>Try Out</strong>, antara lain :</p>
<ol>
<li><strong>Mengetahui Daya Serap dan Pemahaman Konsep</strong><strong><br />
Salah nggak ya … Konsep yang saya maksud … ?</strong></p>
<p>Setelah mendapatkan penjelasan dari Guru / Instruktur tentang suatu Materi Pelajaran yang meliputi konsep dasar, Pengertian/definisi, Rumus dan Latihan soal berikut pemecahan/penyelesaiannya, ini berarti seorang siswa telah mempelajari materi tersebut secara “satu arah” yakni dari Sumber Guru dan selama Proses Penjelasan Materi tersebut, bisa saja apa yang dimaksud/diinginkan oleh Guru berbeda dengan apa yang ditangkap oleh siswa, sehingga begitu diadakan Ulangan Harian/Latihan, maka bisa saja, siswa benar dalam mengerjakan atau kebalikannya.</p>
<p>Dan bila Ujian tersebut adalah Ujian Besar atau Ujian Penentuan Masa Depan, sudah pasti siswa tersebut akan menemui kegagalan. Dengan mengikuti beberapa Try Out terlebih dahulu sebelum mengikuti Ujian, tentu hal-hal yang tidak diharapkan dapat dielimir terlebih dahulu.</li>
<li><strong>Mengetahui Kelemahan akan Topik/Materi yang belum dikuasai</strong><strong><br />
Belajar dari Pengalaman … !</strong></p>
<p>Dengan mengikuti Try Out, siswa dapat mengetahui kelemahan akan topik / materi yang belum belum dikuasai, sehingga siswa dapat memfokuskan kembali pada materi yang belum dikuasai tersebut. Selain itu soal-soal yang salah selama Try Out akan menjadikan masukkan bagi siswa untuk tidak mengulami kembali kesalahannya ( tingkat kesalahan dapat dielimir termasuk kurang teliti dan lain lain).</li>
<li><strong>Mendisiplin diri dan “ Jam Terbang ” bertambah</strong><strong><br />
Hati-hati dengan Otak Anda</strong> … !</p>
<p>Apa yang dimasukkan ke dalam otak Anda akan menghasilkan apa yang Anda akan kerjakan kelak. Jadi Try Out sangat berguna sekali dalam menambah jumlah soal yang akan Anda input ke dalam otak Anda yang berarti Jam Terbang Anda dalam mengerjakan soal akan semakin bertambah dan Anda akan semakin terampil dalam menghadapi setiap soal. “ Apa yang ada di Otak Anda … Merupakan Referensi yang terbaik bagi diri Anda “.</li>
<li><strong>Menguji kesiapan Mental Ujian</strong><strong><br />
Ada sebagian siswa phobia terhadap ujian</strong> … !</p>
<p>Bukan hanya ketinggian saja ketakutan yang dialami oleh sebagian orang, Ada juga orang takut dengan Ujian, dan begitu mendengar Ujian … Anak-anak begitu stressss… dan terkadang jatuh sakit. Terkadang siswa takut bukan karena ujiannya melainkan takut akan suasana ujian dan kompetitornya, dll. Oleh sebab itu dengan Try Out yang berkala akan menciptakan siswa yang tangguh secara mental (tidak gugup lagi) karena sudah menjadi suatu kebiasaan.</li>
<li><strong>M</strong><strong>anagemen diri </strong><strong>dengan P</strong><strong>enggunaan waktu yang efisien</strong><strong><br />
Hampir semua Ujian diukur dengan waktu …</strong><strong><br />
Sebenarnya saya bisa semua … tapi waktunya tidak cukup…</strong></p>
<p>Kalimat tersebut sering dilontarkan para siswa yang mengikuti suatu Ujian. Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dalam suatu Ujian atau hampir semua kompetisi diukur dengan waktu.</p>
<p>Managemen waktu sangat diperlukan, agar soal-soal yang diberikan dapat dijawab semua dengan tuntas. Untuk itu diperlukan latihan atau Uji Coba untuk memastikan dengan waktu yang tersedia, Anda mampu mengerjakan seluruh soal dengan tepat waktu. Disini jelas diperlukan strategi seperti mengerjakan bagian soal yang mudah terlebih dahulu, kecepatan dalam berhitung, dan kecepatan dalam menganalisis soal.</li>
</ol>
<p>Kesimpulan :</p>
<p>Try Out sangat membantu siswa dalam mencapai suatu hasil yang maksimal, seperti mengurangi tingkat kesalahan, menambah referensi di otak, meningkatkan mental ujian / tidak gugup, dan melatih managemen penggunaan waktu yang efisien. Jadi Ayo jangan bermalasan-malasan … Raih impian Anda dengan berlatih secara teratur dan tetap fokus dengan Tujuan dan Impian Anda.</p>
<p>Semoga menginspirasi …</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/try-out-sebagai-strategi-menuju-keberhasilan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Awal Menuju Masa Depan Terbaik melalui Penguasaan Beberapa Bahasa Asing</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-penguasaan-beberapa-bahasa-asing.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-penguasaan-beberapa-bahasa-asing.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 03:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[<ul>
	<li>Ingin Mendapatkan Beasiswa Internasional …</li>
	<li>Ingin Ikut Pertukaran Pelajar Internasional  …</li>
	<li>Ingin Kerja, Belajar serta Jalan-jalan ke Luar Negeri …</li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Ingin Mendapatkan Beasiswa Internasional …</li>
<li>Ingin Ikut Pertukaran Pelajar Internasional  …</li>
<li>Ingin Kerja, Belajar serta Jalan-jalan ke Luar Negeri …</li>
</ul>
<p><strong>Semua Ke-Inginan tersebut di atas dapat dicapai dengan Mudah dan Cepat, Jika seseorang telah mempunyai Passion yang kuat dalam jiwanya untuk menggapai impiannya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa ?</strong></p>
<p>Karena passionlah yang membuat seseorang teringat akan tujuan yang akan dicapai, dengan demikian</p>
<ul>
<li>Seseorang akan belajar secara teratur.</li>
<li>Fokus dan Punya waktu yang lebih banyak untuk belajar bahasa Inggris – Mandarin &#8211; Jepang.</li>
<li>Rasa cinta akan bahasa Inggris-Mandarin-Jepang akan menyebabkan Belajar Bahasa akan menjadi lebih mudah.</li>
</ul>
<p>Survey membuktikan bahwa Otak Manusia akan lebih mudah mengingat Informasi mengenai hal-hal yang di sukai.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa Perlu Pengguasaan Bahasa Asing selain Bahasa Sendiri </strong>?</p>
<p>Selain Motivasi yang di atas, Penggunaan Bahasa Asing terutama Bahasa Inggris sangat diperlukan dalam berbagai hal seperti :</p>
<ul>
<li>Berbagai Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri Favorit, Tes Masuk Pegawai Negeri Sipil, Tes Masuk Perusahaan Multi Nasional, Perusahaan Penanaman Modal Asing, dll</li>
<li>Menguasai Bahasa Inggris berarti mempunyai kesempatan yang lebih luas dalam pergaulan Internasional, yang berarti dapat membentuk Jaringan yang kuat hingga ke Luar Negeri. Jika hanya menguasai satu macam bahasa, katakanlah bahasa Indonesia saja, maka kesempatan kerja hanya sebatas di Indonesia, padahal ketika era AFTA telah berjalanan, kesempatan kerjasama akan semakin luas dan persaingan dunia kerja pun semakin ketat serta menuntut kualitas Sumber Daya Manusia yang tinggi.</li>
<li>Pengguasaan Ilmu dan Teknologi akan semakin cepat, karena hampir semua Informasi terkini menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Pergaulan dan Dunia Cetak, seperti Jurnal Ilmiah Internasional, Text Book dan  Internet, bahkan Kebanyakan Penawaran Research dengan bentuk Program Beasiswa  berasal dari Luar Negeri terutama Amerika, Eropa, Singapura dan Australia.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Cara Efektif Belajar Bahasa Inggris – Mandarin – Jepang</strong></p>
<p>Setelah mempunyai Passion yang kuat dalam Penguasaan Bahasa Asing, tahap berikut adalah mengoptimal Pembelajaran Bahasa Asing tersebut, seperti yang dilakukan oleh Pakar Pembelajaran Bahasa Inggris, <strong>Douglas Brown</strong> dengan Lima Prinsip Belajar Bahasa Inggris yang efektif, antara lain :</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Way of life</strong></p>
<p>Jika belajar bahasa Inggris di negeri tempat bahasa tersebut digunakan sebagai Bahasa Ibu, umumnya akan lebih cepat menguasai bahasa tersebut karena setiap hari dikelilingi oleh bahasa Inggris, dari bangun tidur sampai kembali ke tempat tidur. Hal ini disebabkan karena bahasa Inggris telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Demikian pula yang harus di lakukan di Indonesia, jika ingin belajar bahasa Inggris dengan efektif  maka kita harus menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari kehidupan kita “ Way of Life”. Artinya, kita harus mencoba menggunakannya setiap hari di mana saja.Untuk itu, kita bisa membaca (writing), mendengar (Listening), berbicara (Speaking) atau menulis (writing) dengan menggunakan bahasa Inggris pada setiap kesempatan yang kita temui atau yang bisa kita ciptakan.</p>
<p>Misalnya, meningkatkan kemampuan <strong>Reading, s</strong>isihkan waktu tiap hari untuk membaca satu artikel bahasa Inggris. Kalau satu artikel belum mampu, satu paragraf atau satu kalimat per hari pun tidak jadi masalah.Kemudian gunakan kalimat tersebut dalam segala kesempatan yang mungkin ada dalam hari itu.</p>
<p>Atau, bisa juga meluangkan waktu untuk mendengarkan segala sesuatu dalam bahasa Inggris (lagu, berita, atau kaset-kaset berisi pembicaraan dalam bahasa Inggris) untuk membiasakan telinga terhadap bahasa asing tersebut yang berarti untuk meningkatkan kemampuan Listening Bahasa Inggris.</p>
<p>Kita juga bisa mencoba untuk menulis (writing) dalam bahasa Inggris (menulis memo, surat pendek, ataupun menulis rencana kerja yang akan kita lakukan selama seminggu atau untuk hari berikutnya). Pada prinsipnya, kelilingi hidup kita dengan bahasa Inggris yang topik-topiknya kita senangi atau kita butuhkan.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Total commitment</strong></p>
<p>Untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita, kita harus memiliki komitmen untuk melibatkan bahasa Inggris dalam hidup kita secara fisik, secara mental, dan secara emosional. <strong>Secara fisik</strong>, kita bisa mencoba mendengar, membaca, menulis, dan melatih pengucapan dalam bahasa Inggris, terus-menerus dan berulang-ulang.<strong>Secara mental</strong> atau intelektual, kita bisa mencoba berpikir dalam bahasa Inggris setiap kali kita menggunakan bahasa Inggris. Misalnya, dalam memahami bahasa Inggris, jangan kata per kata, tapi arti secara keseluruhan.</p>
<p>Dan, yang paling penting adalah keterlibatan kita secara emosional dengan bahasa Inggris, yaitu kita perlu memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar bahasa Inggris, dan kita perlu mencari &#8220;hal-hal positif&#8221; yang bisa kita nikmati, ataupun yang bisa memberikan kita keuntungan jika kita mampu menguasai bahasa Inggris. Hal-hal ini akan memberikan energi yang luar biasa pada kita untuk tetap bersemangat belajar bahasa Inggris.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Tryin</strong><strong>g</strong></p>
<p>Belajar bahasa adalah seperti belajar naik sepeda atau belajar menyetir mobil. Kita tidak bisa hanya membaca dan memahami &#8220;buku manual&#8221; saja, tetapi kita harus mencoba menggunakannya. Pada tahap pembelajaran (tahap percobaan), sangat wajar jika kita melakukan kesalahan. Yang penting adalah mengetahui kesalahan yang kita lakukan dan memperbaikinya di kesempatan yang berikutnya. Akan lebih baik lagi jika pada saat mencoba kita mempunyai guru yang bisa memberitahu kita kesalahan yang kita lakukan.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Beyond class activities</strong></p>
<p>Jika kita belajar bahasa Inggris secara formal (di kelas, di kursus), biasanya jam-jam belajarnya terbatas: empat jam seminggu, enam jam seminggu ataupun delapan jam seminggu. Yang pasti jam belajar di kelas ini tentunya sangat terbatas. Agar belajar bisa lebih efektif, kita harus menciptakan kesempatan untuk &#8220;belajar&#8221; juga di luar jam-jam belajar di kelas: berdiskusi dengan teman, mengunjungi websites yang menawarkan pembelajaran bahasa Inggris gratis, ataupun berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan teman-teman atau native speakers (baik melalui surat, email, ataupun percakapan langsung). Kita bisa juga mencoba membaca koran, majalah, buku-buku teks, mendengarkan radio, lagu, ataupun menonton acara-acara dan film. Agar proses belajar bisa lebih menarik, pilihlah topik-topik yang sesuai dengan minat kita, kebutuhan kita, ataupun yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang kita tekuni.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Strategies</strong><strong> </strong></p>
<p>Jika komitmen, keberanian mencoba, dan menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian hidup telah kita terapkan, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi belajar yang tepat untuk menunjang proses belajar kita. Strategi ini bisa kita kembangkan dan kita sesuaikan dengan kepribadian dan gaya belajar kita masing-masing. Ada yang lebih mudah belajar dengan menggunakan &#8220;cue-cards&#8221;, yaitu kartu-kartu kecil yang bertuliskan ungkapan atau kata-kata yang ingin kita kuasai disertai dengan contoh kalimat yang bisa menggunakan kata-kata tersebut. Kartu ini bisa kita bawa kemana pun kita pergi. Kapan pun ada kesempatan (pada saat menunggu taksi, menunggu makan siang disajikan, ataupun pada saat berada dalam kendaran yang sedang terjebak kemacetan), kita bisa mengambil kartu ini dan membacanya serta mencoba melakukan improvisasi dengan kata-kata baru dalam struktur kalimat yang sama. Ada pula orang yang lebih mudah belajar dengan langsung berkomunikasi lisan dengan orang lain atau native speakers. Dari komunikasi ini mereka bertanya, mendengar, dan memperbaiki ucapan dan meningkatkan kosa kata mereka dengan gaya belajar kita.</p>
<p><strong>Gaya Belajar Bahasa Inggris</strong><br />
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Gaya belajar ini terbentuk dari lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Jika kita mengenal gaya belajar kita, maka kita bisa memilih strategi belajar yang efektif, yang disesuaikan dengan gaya belajar kita masing-masing.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Auditory </strong><strong>L</strong><strong>earners</strong><strong> </strong></p>
<p>Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar dengan mendengarkan, maka kita memiliki gaya belajar &#8220;auditory.&#8221; Jika ini gaya belajar kita, maka kita bisa memperbanyak porsi belajar dengan mendengarkan, misalnya mendengarkan kaset-kaset pelajaran bahasa Inggris, lagu-lagu favorit kita, ataupun berita, pidato dalam bahasa Inggris. Kita juga bisa mendengarkan percakapan-percakapan dalam bahasa Inggris di film-film favorit yang kita tonton di bioskop, televisi, ataupun VCD. Dengarkan ucapan, ungkapan yang digunakan, perhatikan konteks ataupun situasi di mana kata-kata ataupun ungkapan tersebut digunakan. Lakukan hal ini berulang-ulang maka kita akan bertemu dengan ungkapan serupa yang dapat kita latih secara berkala, sehingga kita bisa makin mahir mengucapkan dan menggunakannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Visual learners</strong></p>
<p>Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar melalui input visual (gambar, tulisan), maka kita memiliki gaya belajar &#8220;visual&#8221;. Banyak sekali strategi yang bisa kita lakukan. Kita bisa membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris yang kita anggap penting, dan menarik di surat kabar, majalah, ataupun internet, untuk kemudian kita coba ceritakan kembali dengan kata-kata yang kita susun sendiri, baik dalam bentuk tulisan ataupun dalam bentuk ucapan. Kita bisa juga membaca dan mempelajari contoh surat, proposal, brosur yang sering kita temui dalam melakukan pekerjaan kita. Untuk mencoba memahami suatu konsep abstrak, kita bisa menggambarkannya dalam bentuk visual: &#8220;flow chart&#8221;, tabel, ataupun bentuk-bentuk visual lainnya.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Kinesthetic learners</strong></p>
<p>Jika kita lebih suka belajar dengan melakukan sesuatu atau bergerak, maka kita bisa belajar dengan menggunakan komputer    (di mana kita harus menekan tombol di keyboard, atau mouse), sehingga kita tidak cepat bosan. Kita bisa juga bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan bahasa Inggris (English Club) yang memiliki banyak kegiatan dan permainan yang melibatkan gerakan. Yang juga bisa kita lakukan adalah belajar dengan menulis (menggerakkan tangan untuk menulis), atau mencoba memahami sebuah kata atau ungkapan dengan membayangkan gerakan yang bisa diasosiasikan dengan arti kata-kata tersebut.</p>
<p>Setiap orang bisa memiliki lebih dari satu gaya belajar (misalnya auditory dan visual, atau visual dan kinesthetic). Apa pun gaya belajar kita, jika kita sudah mengenalnya, bisa kita cari dan terapkan strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar tersebut agar hasilnya bisa lebih efektif.</p>
<p><strong>Belajar bahasa Inggris &#8220;ON-LINE&#8221;, GRATIS</strong></p>
<p>Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk belajar bahasa Inggris. Salah satunya adalah dengan belajar secara on-line. Berikut adalah situs di web yang bisa membantu Anda untuk belajar ataupun berkonsultasi dalam meningkatkan kemampuan Anda berbahasa Inggris, tanpa biaya (free-of-charge).</p>
<ul>
<li><strong>ESL go</strong><br />
ESL go.com menawarkan free online classes dan message boards yang dapat      digunakan peserta untuk melatih grammar dan kosa kata.</p>
<p>http://www.eslgo.com</li>
<li><strong>Bell English Online</strong><br />
Pelajaran bahasa Inggris yang bebas biaya dari Bell Schools, UK. Bell      English online menawarkan ratusan latihan dang permainan untuk      meningkatkan bahasa Inggris.</p>
<p>http://www.bellenglish.com</li>
<li><strong>english @ home</strong><br />
Belajar bahasa Inggris gratis melalui newsletter, tips belajar, dan tips      meningkatkan pengetahuan grammar, dan vocabulary dalam bahasa Inggris.</p>
<p>http://www.english-at-home.com</li>
<li><strong>English for Free</strong><br />
Pelajaran bahasa Inggris gratis melalui email mengenai berbagai pokok      bahasan termasuk Business English dan TOEFL.</p>
<p>http://www.englishforfree.com</li>
<li><strong>ENGLISHonline.net</strong><br />
ENGLISHonline.net menawarkan pelajaran gratis mengenai percakapan dalam      bahasa Inggris (satu pelajaran untuk satu hari).</p>
<p>http://www.englishonline.net</li>
<li><strong>Business English Five</strong><br />
Menawarkan lima kata, ataupun lima kalimat dalam bahasa Inggris untuk      bisnis yang dikirimkan ke alamat email Anda setiap minggu untuk Anda      pelajari.<br />
Permintaan bisa diajukan ke edpro@cbn.net.id</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p>Belajar Bahasa Asing ( Bahasa Inggris ) merupakan Investasi untuk masa depan. Dengan mengetahui Manfaat, Prinsip belajar bahasa Inggris dan gaya belajar masing-masing, maka langkah selanjutnya adalah menumbuhkan Passion untuk terus belajar bahasa Inggris hingga Sukses.<strong> </strong></p>
<p>Semoga Menginspirasi …</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-penguasaan-beberapa-bahasa-asing.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Awal Menuju Masa Depan Terbaik melalui Pemahaman Matematika dan Logika Berpikir</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-pemahaman-matematika-dan-logika-berpikir.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-pemahaman-matematika-dan-logika-berpikir.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali kita menyebutkan kata “Matematika”, maka bagi sebagian Anak-anak langsung membayangkan sebagai hal-hal yang rumit, hitungan yang membuat Kepala Pusing Tujuh Keliling, atau Sesuatu yang Membosankan, akan tetapi sebagian kecil Anak-anak yang lain justru merasa Asyik dengan Matematika.

Bagaimana hal ini dapat terjadi ? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setiap kali kita menyebutkan kata “Matematika”, maka bagi sebagian Anak-anak langsung membayangkan sebagai hal-hal yang rumit, hitungan yang membuat Kepala Pusing Tujuh Keliling, atau Sesuatu yang Membosankan, akan tetapi sebagian kecil Anak-anak yang lain justru merasa Asyik dengan Matematika.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagaimana hal ini dapat terjadi ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pada awalnya, Matematika sudah diperkenalkan sejak TK bahkan Play Group … dan masing-masing anak dengan kemampuan berpikir yang sama ( masih murni ) mulai menerima Apa itu Matematika … Mulai mengenal bilangan awal … Operasi dasar Matematika seperti tambah dan kurang, Mulai mempelajari  proses perhitungan Matematika, mulai mengenal bangun-bangun datar seperti segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, segitiga siku-siku dengan berbagai warna yang menarik, kemudian bangun datar yang lain seperti lingkaran, persegi, persegi panjang, dll.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Asyiik bukan … !! Semua anak-anak pasti senang dengan Permainan Matematika … ?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Asyiik dengan membuat bangun-bangun datar dengan warna yang menarik</strong></li>
<li><strong>Asyiik dengan menempel angka-angka pada papan angka</strong></li>
<li><strong>Asyiik menggambar telur dengan jumlah sesuai dengan angka yang tertera di  bawahnya</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pokoknya … pada awalnya sangat menyenangkan … !!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seiring dengan perjalanan waktu, ketika anak-anak memasuki jenjang Sekolah Dasar, semua kesenangan akan Matematika seakan-akan lenyap … Anak-anak mulai takut dengan Matematika … Anak-anak mulai khawatir setiap ada pelajaran Matematika … lebih celaka lagi, kalau guru Matematikanya adalah Guru yang Menyeramkan alias Killer… Dan kalau sudah seperti ini, bukan Anak-anak saja yang takut akan Matematika bahkan orangtuanya juga ikut sibuk belajar Matematika …!!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Fenomenal dan Luar Biasa sekali bukan …!!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Peralihan dari <strong>Logika berpikir dan bermain</strong> ke Teknik Pengajaran Matematika yang <strong>Teoritis dan Prosedural</strong> membuat Anak-anak seakan-akan Shock …belum lagi ditambah beban kurikulum yang berat dengan seabrek pelajaran dan muatan local…</p>
<p>Jadi … semakin lengkaplah penderitaan Anak dan hingga suatu saat … sampai titik jenuh si Anak yang membuat cepat bosan, mudah marah, mengeluh tidak bisa dan negative thingking lainnya.</p>
<p>Padahal Pelajaran Matematika merupakan salah satu kunci dari berbagai disiplin ilmu, dengan Cakupan bidang yang sangat luas .. seperti dalam</p>
<ul>
<li>Teknologi dan SAINS untuk pengembangan Model, Aplikasi Teknik, Pengolahan dan Analisis Data, dll</li>
<li>Ekonomi untuk membaca Laporan Tahunan, Forecasting, Matematika Aktuaria dalam perhitungan Asuransi, dll</li>
<li>Sosial untuk menghitung biaya social dan variable yang timbul akibat suatu gejala social, dll</li>
<li>Syarat untuk masuk pegawai Negeri ( Psikotest ), Tes Beasiswa Internasional, Tes Masuk Sekolah, dll serta cerminan kecerdasaan Akademik Anak ( Kecerdasasan Intelensia, IQ).</li>
</ul>
<p><strong>Mengapa Salah Satu Persiapan Masa Depan dapat melalui Pemahaman Matematika dan Logika Berpikir yang baik ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seperti sudah dijelaskan di atas, Matematika mempunyai cakupan bidang yang luas. Sehingga ketika seorang Anak telah mampu menguasai Matematika dan Logika dengan baik, maka Anak akan mampu belajar apapun termasuk IPA, IPS, Komputer dan Bahasa dengan mudah.</p>
<p>Dan sudah pasti beberapa manfaat sudah pasti dirasakan secara langsung, akibat Penguasaan Matematika yang Baik, antara lain :</p>
<ul>
<li>Tes Masuk Sekolah Apapun, pasti mengujikan Matematika berarti harus lulus Matematika.</li>
<li>Tes Masuk PNS, pasti mengandung Matematika ( Tes TPA ) dan berarti harus lulus Matematika</li>
<li>Tes Beasiswa Internasional khusus Secondary dan S1, pasti harus lulus Matematika.</li>
<li>Untuk menjadi seorang Profesional di bidang Teknik, Ekonomi, SAINS, dan IT dll harus mempunyai Analisis berpikir yang tajam, mampu membaca Analisis Numerik/data, dll</li>
</ul>
<p>Beberapa akibat dari Persiapan Matematika yang buruk sedari kecil, antara lain :</p>
<ul>
<li>Kebanyakkan para siswa gagal masuk suatu Universitas, akibat nilai tes Matematika yang buruk. Padahal si Anak hanya ingin mengambil kuliah Kedokteran atau Ilmu Sosial lainnya yang notabene tidak memerlukan Matematika yang banyak.</li>
<li>Tidak Percaya Diri dalam persaingan/Kompetisi yang memerlukan kecerdasan akademik, seperti Tes Masuk Beasiswa Internasional, Tes menjadi Pegawai Negeri / Swasta yang mensyaratkan harus lulus Tes Potensi Akademik.</li>
<li>Analisis Berpikir dan Logika yang tidak tajam, sehingga Perkembangan Kepribadian biasanya hanya mengandalkan pengalaman.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Apa Langkah Terbaik agar Pemahaman Matematika dan Logika menjadi lebih baik ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berdasarkan Pengalaman Instruktur dalam mendidik dan Mengajar Anak, antara lain :</p>
<ul>
<li>Perbanyak Latihan Matematika sedari kecil, misalnya setiap hari belajar Matematika minimal 1 Jam</li>
</ul>
<p>Dengan belajar secara kontinu, maka frekuensi yang berulang lebih banyak yang berarti tingkat keberhasilan</p>
<p>dan Penguasaan akan materi Matematika juga semakin tinggi.</p>
<ul>
<li>Berikan Pemahaman Pentingnya Belajar Matematika melalui Permainan atau Membiasakan Anak Membayar buku bacaannya di Kasir atau Memberikan Motivasi kepada Anak misalnya jika ingin seperti Tokoh yang diimpikan maka memerlukan Latihan dan Kerja Keras ( Pantang Menyerah ).</li>
</ul>
<ul>
<li>Untuk Mengasah Logika Berpikir, ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain :
<ul>
<li>Biasakan Anak mengerjakan Matematika Nalaria, terutama yang berbentuk soal cerita atau soal Aplikasi Matematika.</li>
<li>Permainan Matematika seperti Puzzle, Teka-teki Matematika, Catur, dll</li>
<li>Biasakan Anak membuat Mind Mapping, Skema atau Flow Chart</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Dan yang Terpenting adalah biasakan untuk mencoba/berekspresi akan kemampuan dirinya sendiri dan tidak takut akan salah, dan Terus di Motivasi agar mencoba / memperbaiki kembali … sampai puas ..!</li>
</ul>
<ul>
<li>Guru Matematika yang Terbaik adalah Guru yang paling Sabar dan Mampu memotivasi Anak didiknya untuk terus mencoba .. dan tidak putus asa / mudah menyerah, bukan menakuti atau menjadikan dirinya sebagai sosok yang sombong atau Killer.<br />
Kedekatan dan Mengerti Kesulitan Anak dalam belajar merupakan kunci dalam Belajar Mengajar.</li>
</ul>
<p><strong>Semoga Menginspirasi …</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-pemahaman-matematika-dan-logika-berpikir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Pendidikan sebagai Media Cerdas Motivasi Siswa</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/pameran-pendidikan-sebagai-media-cerdas-motivasi-siswa.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/pameran-pendidikan-sebagai-media-cerdas-motivasi-siswa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan orang setiap tahun dari Indonesia melanjutkan studi ke Luar Negeri, karena termotivasi oleh Fasilitas Pembelajaran yang lebih modern, Materi  belajar yang tersusun sistematis, efektif dan focus akan sasaran yang akan di capai. Jadi tidak heran, jika para orang tua akhirnya memutuskan menyekolahkan anaknya ke Luar Negeri karena materi belajar yang lebih efisien dengan kurikulum yang dinamis mengikuti perkembangan zaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. Latar Belakang</strong></p>
<p>Ribuan orang setiap tahun dari Indonesia melanjutkan studi ke Luar Negeri, karena termotivasi oleh Fasilitas Pembelajaran yang lebih modern, Materi  belajar yang tersusun sistematis, efektif dan focus akan sasaran yang akan di capai. Jadi tidak heran, jika para orang tua akhirnya memutuskan menyekolahkan anaknya ke Luar Negeri karena materi belajar yang lebih efisien dengan kurikulum yang dinamis mengikuti perkembangan zaman.</p>
<p>Salah satu Visi dan Misi dari Pameran ini adalah mengenalkan semua Produk Pendidikan yang meliputi Jurusan,  Biaya Pendidikan, Biaya Hidup dan Prospek Lapangan kerja. Sehingga dari suatu pameran Pendidikan, banyak hal yang dapat diperoleh, seperti Informasi Aktual mengenai Jurusan dan Prospek kerja di masa yang akan datang, Informasi Beasiswa, serta  media untuk membandingkan mutu suatu Universitas.</p>
<p><strong>II. Ruang Lingkup</strong></p>
<p>Dalam Pameran Pendidikan, biasanya Departemen Pemasaran suatu Universitas akan memberikan informasi yang meliputi :</p>
<ul>
<li>Informasi Administratif seperti Syarat-syarat Pendaftaran, Kelengkapan Dokumen, Visa Belajar, Biaya Pendidikan, Biaya Hidup, dll</li>
<li>Informasi Pendidikan seperti Jurusan, Lama Pendidikan, Lapangan Pekerjaan, Kualitas lulusan, kapasitas dan daya saing masuk ke suatu jurusan.</li>
<li>Fasilitas seperti Gedung Administrasi, Perpustakaan, Asrama, Gedung kuliah, dll</li>
<li>Informasi lain seperti kerjasama antar universitas TOP dunia.</li>
</ul>
<p><strong>III. Pameran Pendidikan sebagai Media Cerdas untuk Memotivasi Siswa</strong></p>
<p>Selain banyak memberikan Informasi, Pameran Pendidikan merupakan Media Cerdas untuk :</p>
<ul>
<li>Memotivasi siswa untuk berhasil meraih Beasiswa Internasional, karena biasanya para Siswa dan orang tua akan semakin sadar akan biaya Kuliah yang mahal sehingga jalur Beasiswa merupakan salah satu jalan untuk mengapai impian belajar di negeri orang.</li>
</ul>
<ul>
<li>Memotivasi siswa untuk belajar giat untuk mencapai hasil belajar yang optimal, karena salah satu syarat beasiswa adalah nilai akademik harus baik.</li>
</ul>
<ul>
<li>Memotivasi siswa untuk belajar mengambil keputusan akan jurusan yang dipilih sesuai dengan minat dan kemampuannya serta arahan orang tua sebagai Pendamping pada saat melakukan konsultasi pendidikan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Memilih Universitas Terbaik dengan Jurusan yang tepat, karena  para siswa dan orang tua dapat mendiskusikan  semua informasi yang diperoleh selama pameran.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mendapatkan layanan konsultasi gratis secara langsung, hampir seluruh universitas TOP dunia terutama perkembangan Ilmu Pengetahuan terkini dan Prospek Jurusan yang paling aktual.</li>
</ul>
<p><strong>IV. Kesimpulan</strong></p>
<p>Pameran Pendidikan merupakan salah satu media untuk menumbuhkan semangat belajar yang tinggi bagi para siswa disamping rasa peduli para orang tua untuk ikut serta memikirkan masa depan yang terbaik bagi putra-putri nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/pameran-pendidikan-sebagai-media-cerdas-motivasi-siswa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMILIH JURUSAN YANG TEPAT UNTUK MASA DEPAN HEBAT</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/memilih-jurusan-yang-tepat-untuk-masa-depan-hebat.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/memilih-jurusan-yang-tepat-untuk-masa-depan-hebat.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 03:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[ "... udah kelas 3 SMA sekarang, sebentar lagi Ujian Akhir ( UN ) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi . Waduh ... kira-kira kuliah apa ya yang cocok buat aku ... !!!"

Kalimat yang sering dilontarkan buat ungkapin perasaan sebagian besar Pelajar SMA se-Indonesia yang sebentar lagi bakalan ngelanjutin studinya. Bagi Pelajar yang sudah mengetahui apa Bakat dan Minatnya dan sudah terbiasa mengambil keputusan sendiri, tidak banyak mengalami kendala dalam memilih jurusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. Latarbelakang</strong></p>
<p>&#8220;&#8230; udah kelas 3 SMA sekarang, sebentar lagi Ujian Akhir ( UN ) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi . Waduh &#8230; kira-kira kuliah apa ya yang cocok buat aku &#8230; !!!&#8221;</p>
<p>Kalimat yang sering dilontarkan buat ungkapin perasaan sebagian besar Pelajar SMA se-Indonesia yang sebentar lagi bakalan ngelanjutin studinya. Bagi Pelajar yang sudah mengetahui apa Bakat dan Minatnya dan sudah terbiasa mengambil keputusan  	sendiri, tidak banyak mengalami kendala dalam memilih jurusan.</p>
<p>Masalah yang timbul pada saat ini, justru kebanyakkan pelajar SMA yang sulit mengambil keputusan karena tidak tahu apa bakat 	dan minatnya, dan banyak yang belum menemukan potensi dirinya, tidak terbiasa mengambil keputusan sendiri, sehingga bingung 	ketika harus memilih jurusan dan perguruan tinggi. Belum lagi gaya ikut-ikutan teman agar ketika kuliah sudah memiliki teman 	yang telah dikenal, bisa juga karena mengikuti pacar atau juga mungkin karena desakan orang tua / keinginan orang tua.</p>
<p>Memang memilih jurusan bukanlah hal / perkara yang mudah dan gampang. Banyak faktor yang harus diperhatikan secara cermat, 	jangan sampai hanya karena pacar / teman / keinginan orang tua, jurusan yang dipilih pun asal-asalan.</p>
<p><strong>II.	Akibat Memilih Jurusan yang tidak Tepat</strong></p>
<p>Sebagian orang berpandangan &#8220;<strong>Pilihlah jurusan yang mudah diterima dan mudah lulus</strong>&#8221; atau &#8220;<strong>Pilihlah jurusan yang 	gampang dapat pekerjaan dan gajinya besar</strong>&#8220;, terserah mau sesuai minat atau tidak. Sebenarnya pandangan ini perlu dikaji 	ulang karena sekali lagi memilih suatu jurusan bukanlah persoalan yang mudah. Faktor-faktor seperti Kemampuan, Minat, Bakat, 	Kepribadian, dll juga harus diperhatikan.</p>
<p><strong>Memilih jurusan yang salah</strong>, memiliki dampak terhadap kehidupan kelak, seperti:</p>
<ol>
<li><strong>Aspek Psikologis</strong><br />
Mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan merupakan pekerjaan yang sangat tidak 	menyenangkan, apalagi kalau jurusan yang pilih tersebut merupakan desakan orang tua. <strong>Belajar karena terpaksa akan sulit 	dicerna otak karena sudah ada blocking emosi</strong> seperti kesal, marah, sebal, sedih, dll sehingga akan menghambat efektivitas 	kerja otak dan menghambat motivasi untuk terus berhasil.</p>
<p>Dampak lainnya seperti tidak percaya diri dan perasaan minder ( karena merasa dirinya bodoh ) yang mengakibatkan hubungan 	sosial dengan teman-temannya juga semakin berkurang.</li>
<li><strong>Aspek Akademis</strong><br />
Dampak yang timbul, jika salah memilih jurusan antara lain prestasi yang tidak optimum, banyak mengulang mata kuliah yang berdampak bertambahnya waktu dan biaya, kesulitan memahami materi, ketidakmampuan untuk mandiri dalam belajar 	dan pada akhirnya indeks prestasi yang kecil sehingga peluang untuk mendapatkan pekerjaan juga semakin sulit.</li>
</ol>
<p><strong>III.	Bagaimana Memilih Jurusan dengan Tepat ?</strong></p>
<p><strong>A.	Faktor Internal / Diri Sendiri dan Keluarga</strong></p>
<ol>
<li><strong>Pelajari Kelebihan dan Kekurangan diri.</strong><br />
Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan diri masing-masing. Buatlah daftar dan urutkan kelebihan diri ( Kekuatan  		dan Potensi diri ) mulai dari yang paling dominan kemudian buat juga daftar kekurangan diri ( Kelemahan diri ).</p>
<p>Ingat, Kelebihan akan kemampuan diri sendiri tidak hanya terbatas pada akademis saja melainkan berbagai aktivitas 		pendukung lainnya seperti kemampuan seni, bahasa, olah raga, ICT, dll. Demikian juga kekurangan pada diri masing-		masing bukan berarti noda hitam sepanjang hidup. Kekurangan bisa dijadikan alat bantu dan alat kontrol jurusan yang bakal 		di pilih.Mintalah Teman, Guru atau Orang tua untuk menilai Daftar Kelemahan dan Kelebihan yang telah dipetakan agar 		hasilnya lebih objektif.</li>
<li><strong>Sesuaikan dengan Cita-cita, Minat dan Bakat</strong>
<ul>
<li>Pelajari semua jurusan yang diminati dan cocokkan dengan kelebihan dan kekurangan diri.<br />
Pilihlah jurusan bukan karena prestise melainkan sesuaikan dengan bakat dan kemampuan diri.</p>
<p>Misalnya Jika tidak suka hitung-menghitung jangan mengambil jurusan Matematika atau jika tidak suka menggambar jangan mengambil jurusan Arsitektur atau Teknik Sipil, dll. Sesuaikan juga  dengan cita-cita yang diinginkan, misalnya Jika ingin menjadi dokter maka masuk ke Fakultas Kedokteran.</li>
<li>Jangan terjebak pada euforia beberapa jurusan ( Jurusan yang sering didengar dan diperbincangkan )
<p>Misalnya Mentang-mentang sekarang zaman Teknologi Informasi ( Digital ) terus kuliah harus komputer semua,</p>
<p>Sebenarnya tanpa kuliah komputer pun, perkembangan teknologi informasi seperti internet dapat dipelajari dengan mengikuti kursus atau komunitas internet lainnya.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Mengumpulkan Informasi</strong>
<ul>
<li>Cari dan gali informasi sebanyak mungkin tentang jurusan yang diminati, yang meliputi mata kuliahnya, universitasnya,kegiatan kampusnya, profesi kerja dan lapangan kerja, dan kualitas alumninya</li>
<li>Untuk menggali informasi yang lebih detail, dapat menggunakan Media Internet dengan mengunjungi situs-situs universitas, dengan mempelajari detail jurusan yang dimiliki oleh Universitas tersebut.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Lokasi dan Biaya</strong><br />
Jika dana yang tersedia terbatas, maka harus direncanakan secara matang agar kuliahnya tidak terhenti di tengah jalan. 			Antara lain :</p>
<ul>
<li>Pilihlah lokasi kota atau tempat kuliah yang biaya hidupnya rendah.</li>
<li>Pilih juga biaya pendidikan yang tidak terlalu tinggi.</li>
<li>Jika dana yang tersedia juga tidak mencukupi, cari beasiswa, atau kerja paruh waktu / part time.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Alternatif Jurusan</strong><br />
Hal ini diperlukan untuk berjaga-jaga, seandainya gagal di pilihan pertama maka masih ada kesempatan di alternatif 				berikutnya. Hidup ini penuh pilihan dan yang harus dilakukan adalah memanfaatkan setiap peluang yang tersedia.</li>
</ol>
<p><strong>B.	Faktor Ekternal Lainnya</strong></p>
<p>Faktor Ekternal berpengaruh pada daya saing untuk masuk ke suatu perguruan tinggi yang dituju. Setelah jurusan ditetapkan, 	maka tahap berikutnya adalah memilih Universitas yang dituju. Semakin favorit universitas yang dituju, maka semakin tinggi 	tingkat persaingannya demikianjuga dengan jurusannya, semakin banyak peminat jurusan tersebut akan menyebabkan semakin 	tinggi pula tingkat persaingannya. Untuk itu pelajari juga beberapa faktor Eksternal antara lain :</p>
<ol>
<li> Daya Tampung Jurusan<br />
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di perguruan tinggi favorit yang biasanya memiliki kuantitas terbatas. Hal ini 		berguna untuk mengukur peluang untuk diterima di Universitas dan Jurusan yang akan dituju. Teknik untuk mengukur 		peluang tersebut biasanya dinyatakan dalam persentase yang sering disebut Passing Grade. Untuk itu setiap pelajar 			disarankan mengikuti Simulasi Tes Masuk Perguruan Tinggi untuk mengetahui Passing Grade yang telah dicapai.</li>
<li>Masa Depan, Karir dan Pekerjaan<br />
Menyadari bahwa jurusan yang dipilih hanya merupakan salah satu anak tangga awal dari proses pencapaian karir.</p>
<p>Dan pada realitanya, bahwa jurusan yang dipilih tidaklah menjamin kesuksesan masa depan. Jangan dikira bahwa 			dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidupnya kelak pasti sukses seperti yang diiklankan.</p>
<p>Selain nilai Akademik, Faktor lain seperti pengalaman, ketrampilan dan kemampuan di atas rata-rata normal merupakan 		nilai tambah dalam mencari suatu pekerjaan, karir dan masa depan.</li>
<li><strong>Tes Bakat dan Minat</strong><br />
Tes ini merupakan salah satu cara untuk mengekplorasi minat dan bakat siswa dan tes ini biasanya dilakukan bila siswa 		belum dapat memutuskan ke mana minat dan bakatnya sementara banyak alternatif jurusan yang dapat dipilih.</li>
</ol>
<p><strong>IV.	Kesimpulan </strong></p>
<p>Tak dapat dipungkiri bahwa untuk memilih suatu jurusan dibutuhkan pertimbangan yang matang serta kemampuan untuk mengenali 	kelebihan dan kekurang diri. Namun yang sudah pasti apapun jurusan yang dipilih, setiap pelajar harus diarahkan untuk menjadi 	pribadi yang bertanggung jawab atas pilihan dan masa depannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/memilih-jurusan-yang-tepat-untuk-masa-depan-hebat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SUKSES MENGHADAPI TES POTENSI AKADEMIK</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/sukses-menghadapi-tes-potensi-akademik.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/sukses-menghadapi-tes-potensi-akademik.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 03:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Bagi siswa/i yang mengikuti Tes SNM-PTN pada tahun ini, ada sedikit perubahan komposisi soal. Karena pada tahun ini SNM-PTN mewajibkan para peserta ujian mengikuti Tes Potensi Akademik ( TPA ) seperti Tes Masuk Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) atau para Sarjana S1 yang akan melanjutkan Studi S2 atau Tes menjadi Karyawan suatu Badan Usaha baik Pemerintah maupun Swasta.

Baca artikel ini agar kamu bisa mempunyai dasar tes potensi akademik]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. Latarbelakang</strong></p>
<p>Bagi siswa/i yang mengikuti Tes SNM-PTN pada tahun ini, ada sedikit perubahan komposisi soal. Karena pada tahun ini SNM-PTN mewajibkan para peserta ujian mengikuti Tes Potensi Akademik ( TPA ) seperti Tes Masuk Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) atau para Sarjana S1 yang akan melanjutkan Studi S2 atau Tes menjadi Karyawan suatu Badan Usaha baik Pemerintah maupun Swasta.</p>
<p>Kekhawatiran adanya Tes Potensi Akademik ini tidaklah berlebihan, karena kegagalan Calon Pegawai Negeri Sipil biasanya juga terletak pada tes ini, demikian juga Tes Beasiswa Secondary ke Singapura, Tes Beasiswa keluar Negeri dan Tes Melanjutkan studi S2 juga terletak pada bagian ini.</p>
<p>Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya informasi Tes Potensi Akademik, Tingkat Percaya Diri yang kurang, minimnya Latihan Soal, manajemen waktu yang salah serta strategi dalam persiapan maupun strategi dalam pengerjaan soal yang kurang.</p>
<p><strong>II. Ruang Lingkup TPA SNM-PTN dan Beasiswa Internasional</strong></p>
<p>Dalam SNMPTN ( Seleksi Nasional Masuk PTN ) 2009, Kompoisi Tes adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Tes Potensi Akademik ( TPA ) lebih kurang 30% dan Tes TPA ini merupakan pengganti IPA Terpadu atau IPS Terpadu</li>
<li>Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) lebih kurang 70% yang meliputi Matematika Dasar, Bhs. Indonesia , Bhs. Inggris, Bidang Studi IPA ( Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi ) dan Bidang Studi IPS (Sosiologi, Sejarah, Geografi dan Ekonomi)</li>
</ol>
<p>Dalam Tes Beasiswa Internasional seperti Secondary Scholarship, Tes TPA merupakan syarat pokok untuk melangkah ke tahap tes selanjutnya. Sedangkan Tes TPA untuk melanjutkan S2 atau Beasiswa S2 biasanya berupa GMAT atau GRE.</p>
<p><strong>III. Tes Potensi Akademik</strong></p>
<p>Tes TPA adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan ( akademis ).</p>
<p>Tes ini juga sering dihubungkan dengan kecerdasan seseorang. TPA ini juga identik dengan GRE ( Graduate Record Examination )  yang sudah menjadi standar internasional.</p>
<p>Tes TPA meliputi :</p>
<ol>
<li>Tes Verbal atau Bahasa untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa.
<ul>
<li>Sinonim ( Persamaan kata ) = makna yang sama<br />
Contoh : Generik = umum ( 30 soal = 10 menit )</li>
<li>Antonim ( Lawan Kata )         : makna yang berlawanan<br />
Contoh : Asli X Duplikat  ( 30 soal = 10 menit )</li>
<li>Pengelompokan kata / Analogis = kata-kata yang setara dan saling berhubungan<br />
Contoh : Suhu || Celcius  :  Hambatan || ohm</li>
<li>Tes Membaca Makalah<br />
Contoh ada wacana &#8230; ( Pokok Pikiran, Pernyataan  yang sesuai Wacana, dll )</li>
</ul>
</li>
<li>Tes Numerik/Angka  atau Kuantitatif untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, berpikir terstruktur dan logis matematis.
<ul>
<li>Aritmatika ( hitungan ) / Aljabar sederhana / Trigonometri Sederhana</li>
<li>Tes seri angka</li>
<li>Tes seri huruf</li>
<li>Tes Pemecahan Masalah</li>
</ul>
</li>
<li>Tes Logika/Analitika untuk mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal.
<ul>
<li>Tes Logika Umum<br />
Contoh : Semua tamu adalah selebriti. Sebagian tamu adalah anggota legislatif, maka “ Sebagian selebriti adalah anggota legislatif “</li>
<li>Tes Analisa Pernayataan</li>
<li>Tes Kesimpulan ( Silogisme )</li>
<li>Tes Logika Cerita dan</li>
<li>Tes Logika Diagram</li>
</ul>
</li>
<li>Tes Spasial atau Tes Gambar mengukur kemampuan daya logika ruang. Biasanya jumlah soal 10-15 soal dan diselesaikan dalam waktu 10 menit.
<ul>
<li>Tes padanan hubungan gambar, misalnya Kelompok Gambar segi empat, segitiga</li>
<li>Tes Pengelompokan Gambar / Tes seri Gambar, misalnya Urutan Gambar &#8230; ( searah jarum jam, dll )</li>
<li>Tes bayangan Gambar seperti Bayangan Cermin, Menghitung susunan Kotak, dll</li>
<li>Tes Identifikasi Gambar</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p><strong>IV. Tips dan Trik dalam TPA</strong></p>
<p>Berdasarkan Pengalaman, Permodelan Soal dan Simulasi Soal yang pernah disusun serta hasil Interview dari beberapa siswa yang sukses maupun gagal dalam TPA, ada beberapa metode atau Tips yang dapat dilakukan sebelum mengikuti Tes Potensi Akademik, antara lain :</p>
<ol>
<li>Berlatihlah soal-soal TPA sebanyak Mungkin  dan sesuaikan dengan waktu yang tersedia.</li>
<li>Kondisikan diri anda dalam keadaan konsentrasi Penuh.<br />
Tidak Panik atau tegang tetapi Rileks. ( Caranya tidur cukup &#8230;  dan bersikap tenang &#8230; )</li>
<li>Ingat bobot soal setiap soal TPA adalah sama, Jadi jangan terkuras energi hanya pada satu soal saja.</li>
<li>Dalam tes angka, tidak memerlukan rumus matematika tertentu yang rumit.</li>
<li>Percaya diri dan Berdoalah sebelum mengerjakan &#8230;</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/sukses-menghadapi-tes-potensi-akademik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>REVOLUSINER CARA BELAJAR dengan METODE MIND MAPPING</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/revolusiner-cara-belajar-dengan-metode-mind-mapping.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/revolusiner-cara-belajar-dengan-metode-mind-mapping.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 07:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Otak manusia seperti Raksasa yang sedang tidur "Your Brain is like a sleeping giant" ungkapan di atas oleh Tony Buzan ( pencipta Mind Map ) bukanlah berlebihan, karena Manusia baru menggunakan otaknya kurang dari 1% saja dan penyebabnya adalah ketidaktahuan manusia tentang manajemen otak, yaitu bagaimana ( how to ...) menggunakan otak secara benar dan efisien.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. Latarbelakang</strong></p>
<p><strong> </strong>Otak manusia seperti Raksasa yang sedang tidur &#8220;Your Brain is like a sleeping giant&#8221; ungkapan di atas oleh Tony Buzan ( pencipta Mind Map ) bukanlah berlebihan, karena Manusia baru menggunakan otaknya kurang dari 1% saja dan penyebabnya adalah ketidaktahuan manusia tentang manajemen otak, yaitu bagaimana ( how to &#8230;) menggunakan otak secara benar dan efisien.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Salah ilmuwan jenius abad ini, Albert Einstein mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada dua hal yang tidak terbatas, yakni Alam semesta dan otak manusia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Seringkali kita menemukan orangtua yang mengeluh kesulitan tentang anaknya harus menghafal pelajaran yang begitu banyak. Dan setelah beberapa hari, pelajaran yang dihapal tersebut hilang (lupa) dan si Anak tersebut harus menghapal kembali sehingga membutuhkan waktu lagi untuk mengulangi pelajaran tersebut. Proses belajar seperti di atas merupakakan proses belajar <strong>linear</strong> ( menoton dan terpola ) yang hanya mengandalkan otak kiri saja dalam belajar sehingga menyebabkan kebosanan otak.</p>
<p>Akan tetapi, kita juga sering mendengar keluhan orang tua tentang anaknya yang menghabiskan waktunya berjam-jam bermain game, menonton film kartun, atau membaca komik. Dan si Anak sangat “<strong>Fun</strong>” terhadap aktivitas tersebut. Hal disebabkan dalam Film Kartun/Komik/Games selalu ada unsur gambar, warna, cerita ( khayalan ) dan emosi yang terlibat ( senang, Sedih, Seru, semangat ) di samping teks ceritanya.</p>
<p><strong>Ketidakseimbangan</strong> antara beban otak kiri dengan otak kanan inilah yang mengakibatkan pemakaian <strong>otak tidak optimal</strong>.</p>
<p>Faktor penyebabnya adalahpenggunaan otak sebelah kiri yang berlebihan / Overload, antara lain :</p>
<ol>
<li>Hampir semua aktivitas kita menggunakan organ tubuh sebelah kanan berarti menggunakan Otak Kiri.</li>
<li>Kegiatan anak didominasi kegiatan menulis, mencatat, membaca buku, koran, majalah, dll juga aktivitas otak kiri.</li>
<li>Materi pelajaran Sekolah juga lebih dominan menggunakan otak kiri, seperti Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa.</li>
</ol>
<p>sedangkan aktivitas otak kanan seperti <strong>bermain musik, menggambar, fotografi, </strong>dll jarang digunakan bahkan frekuensi lebih sedikit. Padahal daya ingat (memori) otak kanan (<strong>otak kreatif</strong>) lebih kuat/lama dibandingkan otak kiri ( <strong>otak analisis </strong>).</p>
<p>Sebagai Contoh : Lebih mudah mengingat wajah seseorang (Gambar = otak kanan) ketimbang mengingat nama orang ( Kata / huruf =  Otak kiri ).</p>
<p>Dari dua kejadian dan aktivitas di atas, bila diselidiki lebih lanjut, “<strong>suasana hati dan kenyamanan otak</strong>” sangat menentukan aktivitas yang disenangi seorang anak. Untuk itu agar Belajar menjadi lebih  menyenangkan, maka harus melibatkan kedua belah otak  ”<strong>Use Both Sides of your Brain</strong>&#8220;.</p>
<p><strong>II. Ruang Lingkup Mind Mapping</strong></p>
<p><strong> </strong>Salah Revolusioner Cara Belajar Abad ini yang menggunakan seluruh Potensi dan kapasitas otak serta bekerja sesuai dengan cara kerja alami otak adalah Metode Mind Map</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Mind Map</strong> adalah salah satu sistem yang menggunakan <strong>prinsip</strong> <strong>manajemen otak</strong> ( <strong>Brain Management</strong> ) untuk membuka seluruh Potensi dan kapasitas otak yang masih tersembunyi.</p>
<p><strong> Mind Map</strong> merupakan salah satu sistem pembelajaran yang paling banyak dipakai dalam hal membantu anak belajar secara lebih efektif, efisien dan <strong>menyenangkan</strong> (<strong>Learning is Fun</strong>) serta terbukti dan mendapat pengakuan di seluruh dunia.</p>
<p>Mind Mapping setiap anak adalah unik, karena <strong>Pancaran Pikiran (Radiant Thingking ) setiap Individu berbeda-beda</strong></p>
<p>Misalnya Anda disuruh membayangkan buah Durian maka bayangan Si A, Durian itu enak, pulen, kuning, manis, ada durinya, dll. Sedangkan bayangan si B bisa saja Durian itu jijik, mabuk, lembek, dll</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Unsur pokok dalam suatu Mind Map atau Hukum Grafis Mind Map meliputi :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Pusat Mind Map / Center Image</strong> yang berisi Gagasan Utama / Judul / Tema</li>
<li><strong>Cabang Utama / BOI ( Basic Ordering Ideas )</strong> yang berisi Sub-bab / Kerangka Karangan</li>
<li><strong>Cabang</strong> yang berisi Keterangan</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Mind Map ibarat seperti suatu Pohon yang terdiri atas Pohon ( Center Image ), Dahan ( BOI = Basic Ordering Idea ), Ranting = Keterangan, dan Daun = detil.</p>
<p>Unsur Pendukung dalam Mind Map, antara lain :<strong> </strong></p>
<ul>
<li>Gambar</li>
<li>Warna dan</li>
<li>Tata Ruang</li>
</ul>
<p>Setelah mengenal Hukum Grafis Mind Map, langkah berikut adalah Bagaimana Meringkas Materi Pelajaran yang kemudian dituangkan dalam Mind Map. Langkah-langkahnya antara lain :</p>
<ul>
<li>Membaca terlebih dahulu seluruh Isi Materi dan Memahami secara Materi secara Utuh.</li>
<li>Pilih Kata-Kata kunci / Istilah Penting / Kalimat Utama dan disusun secara acak dulu.</li>
<li>Setelah Seluruh Kata-kata Kunci selesai ditemukan, kemudian diatur kembali kata kunsi tersebut sehingga menjadi struktur yang paling mudah dipahami dan dimengerti.</li>
</ul>
<p><strong>III. </strong><strong>CARA BELAJAR dengan METODE MIND MAPPING</strong></p>
<p>Metode Mind Map telah teruji dan terbukti efektif dalam meningkatkan cara belajar siswa, bahkan beberapa perusahaan korporasi dunia telah menerapkan sistem ini dalam manajemennya, seperti General Motors, IBM, Boeing, dll</p>
<p>Mind Map merupakan <strong>Solusi Wajib</strong> dalam Belajar yang efektif dan Menyenangkan ( Fun ), karena</p>
<ol>
<li>Mind Map cara kerjanya sesuai dengan cara kerja alami otak manusia yakni Radiant Thinking / Pancaran. Sehingga belajar lebih menyenangkan karena tidak dipaksakan pola pikirnya.</li>
<li>Mengoptimal Otak kiri dan Otak Kanan secara seimbang, yakni Aktivitas Otak Kiri seperti Tulisan, Urutan Penulisan, Hubungan antarkata dan Otak Kanan seperti Warna, Gambar, Dimensi.</li>
<li>Belajar jauh lebih Efektif, karena hanya membutuhkan Kata-kata Kunci (15%) dari keseluruhan Teks.</li>
<li>Gambar yang mengaktifkan Otak Kanan dan Warna yang menyenangkan Otak</li>
<li>Pengelompokan Informasi, Hierarki Informasi, Hubungan antar Informasi, Tata ruang, dan Unik.</li>
<li>Mind Map dapat dipakai untuk berbagai <strong>Subjek Pelajaran</strong> bahkan <strong>Mind Map untuk Perencaan Hidup,</strong><strong> Aktivitas Rumah tangga ( Sumber Pemasukan dan Pengeluaran ), Program Studi / Masa Depan, dll</strong></li>
</ol>
<p>Agar Penggunaan Mind Map menjadi efektif, maka harus adanya dukungan dari orang tua di rumah dan guru di sekolah, antara lain Menjadikan <strong>Mind Map</strong> sebagai <strong>suatu kebiasaan Baru</strong>. Otak itu ibarat seperti otot,  Semakin dilatih semakin kuat dan terampil. Begitu juga keterampilan anak dalam membuat Mind Map.</p>
<p><strong>Peran Orang Tua di Rumah</strong></p>
<ol>
<li>Setiap selesai satu bab pelajaran, mintalah anak untuk segera Mind Map.</li>
<li>Biasakan anak untuk meminta tanda tangan/Paraf pada lembar kerja Mind Map.</li>
<li>Memberi nilai dan Pujian pada setiap hasil karya Mind Map.</li>
<li>Menyimpan karya besar otak Anda “My Brain Masterpiece” dalam Folder khusus.</li>
<li>Saat ulangan, pastikan Anak menggunakan Mind Map untuk melakukan kaji ulang (Recall)</li>
<li>Tunjukkan betapa Efisien dan efektif Mind Map dalam hal belajar.</li>
</ol>
<p><strong>Peran Guru di Sekolah</strong></p>
<ol>
<li>Menerangkan Materi Pelajaran dengan Metode Mind Map</li>
<li>Membiasakan Peserta Didik menjawab Materi Ujian dengan Kata-Kata kunci, sedangkan cara Penjelasannya dapat menggunakan kata-kata sendiri / Bukan dihapal mati.</li>
<li>Membiasakan siswa memahami Materi Pelajaran, Logika Berpikir, dan Argumentasi.</li>
<li>Membiasakan siswa memaparkan Isi Materi Pelajaran dan Presentasi dengan Mind Map.</li>
<li>Penugasan Ringkasan Materi dalam bentuk Mind Map, sehingga menghasilkan Ide yang unik ( berbeda tiap individu ),</li>
</ol>
<p>Sehingga proses contek-mencotek dapat dihindarkan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>IV. Kesimpulan </strong></p>
<p><strong>Mind Map</strong> adalah suatu sistem yang dapat mengoptimalkan penggunaan otak kiri dan kanan secara seimbang melalui media Tulisan, Gambar, Warna, dan tata ruang. Dengan Mind Map belajar menjadi lebih menyenangkan, karena cara kerja Mind Map mengikuti cara kerja alami otak/tidak dipaksakan. Mind Map dapat digunakan pada berbagai subjek pelajaran, baik Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Perencanaan hidup, Aktivitas Siswa, dan lain-lain.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sumber Materi : </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Buku Pintar Mind Map, Tony Buzan, Penerbit Gramedia.</li>
<li>Memahami Peta Pikiran, Tony &amp; Barry Buzan, Penerbit Interaksara</li>
<li>Mind Map Langkah demi Langkah, Sutanto Windura, Penerbit Elexmedia Komputindo</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/revolusiner-cara-belajar-dengan-metode-mind-mapping.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dengan Kurikulum Internasional</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/belajar-dengan-kurikulum-internasional.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/belajar-dengan-kurikulum-internasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Kerinduan akan suatu kurikulum yang stabil, yang tidak terus-menerus mengalami perubahan yang drastis, atau kurikulum yang terus berganti sebelum implementasi mencapai hasil yang pasti serta keinginan untuk meningkatkan mutu dan lulusan yang yang memiliki daya saing internasional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. Latar Belakang </strong></p>
<p>Kerinduan akan suatu kurikulum yang stabil, yang tidak terus-menerus mengalami perubahan yang drastis, atau kurikulum yang terus berganti sebelum implementasi mencapai hasil yang pasti serta keinginan untuk meningkatkan mutu dan lulusan yang yang memiliki daya saing internasional.</p>
<p>Maka dari itu Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan merumuskan suatu kurikulum yang merupakan perpaduan antara Kurikulum Nasional (KTSP) dan Kurikulum Internasional. Kurikulum Internasional yang banyak diadopsi dalam hal ini adalah Cambridge yang berpusat di Inggris dan IB ( International Baaclaurete ) yang berpusat di Swiss. Namun yang terbanyak dipakai sebagai acuan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) adalah Kurikulum Cambridge.</p>
<p><strong>II. Ruang Lingkup Kurikulum Cambridge</strong></p>
<p>Sebelum membahas Kurikulum Cambridge yang diadopsi Sekolah-sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di Indonesia, ada beberapa yang hal yang sebaiknya diketahui yakni Sistem Ujian Cambridge itu sendiri.</p>
<p>Ujian Cambridge Atau Cambridge Assessment ( Agen Penguji bertaraf Internasional ) adalah suatu departemen dari University of Cambridge Inggris, sebuah lembaga non-profit yang didirikan pada tahun 1858, yang melaksanakan berbagai ujian dan memberikan penilaian atas ujian-ujian baik di Inggris maupun di luar Inggris.</p>
<p>Ada 3 macam Ujian yang dilakukan oleh Cambridge Assessement yakni :</p>
<ol>
<li>OCR ( Oxford Cambridge and RSA Examination )<br />
Melayani ujian bagi pelajar di Inggris dan memberikan kualifikasi akademis sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh<br />
QCA ( Qualifications and Curriculum Authority ) – Otoritas kualifikasi dari Pemerintah Inggris.</li>
<li>Cambridge ESOL ( English for Speakers of Other Languages )<br />
Melayani berbagai ujian kemampuan berbahasa Inggris untuk Pelajar yang bahasa Ibunya bukan bahasa Inggris.</li>
<li>CIE ( University of Cambridge International Examination )<br />
Melayani berbagai Ujian akademis, Kejuruan dan Keguruan berkualifikasi Internasinal seperti Kualifikasi umum<br />
Cambridge IGCSE, Cambridge International A`Level, Cambridge O`Level, Cambridge Pre-U atau Kualifikasi kejuruan<br />
Cambridge International Diploma.</p>
<p>CIE telah bekerjasama dengan kementrian pendidikan, Otoritas pemberi kualifikasi dan Badan Penguji di berbagai negara di seluruh Dunia.</li>
</ol>
<p>Note :</p>
<ul>
<li>Ujian ESOL dan CIE hanya diselenggarakan di luar Inggris.</li>
<li>Cambridge ESOL menyelenggarakan Ujian yang meliputi Sekolah Dasar ( Young Learner Englsih ) dengan 3 Level<br />
Starter ( Kelas 1-2), Level Mover ( Kelas 3-4 ) dan Flyer ( Kelas 5-6).</li>
</ul>
<ul>
<li>CIE menyelenggarakan Ujian IGCSE dan O`Level pada usia 14-16 tahun dan 16-18 tahun A`Level dan AS Level ( Advanced Subsidiary )</li>
</ul>
<ul>
<li>Masing-masing ujian tidak terikat ( Pra-syarat ) untuk Level lainnya. Artinya Siswa tidak mesti mengikuti ESOL dulu baru boleh mengambil Level lainnya.</li>
<li>Semua Kurikulum dapat dilihat di Website<a href="http://www.cambridgeesol.org/resources/index.html"><br />
www.cambridgeesol.org/resources/index.html</a>, <a href="http://www.cie.org.uk/qualifications/acdemic/middlesec/igcse/subjects">www.cie.org.uk/qualifications/acdemic/middlesec/igcse/subjects</a>,<br />
dan <a href="www.cie.org.uk/qualifications/academic/uppersec/alevel" target="_blank">www.cie.org.uk/qualifications/academic/uppersec/alevel</a>.</li>
</ul>
<p><strong>III. Belajar dengan Kurikulum Internasional </strong></p>
<p>Bagaimana dengan Penerapan Kurikulum Internasional &#8220;Cambridge&#8221; di Indonesia?</p>
<p>Kurikulum Cambridge ( CIE, Cambridge International Examination Curriculum ) yang diadopsi di Indonesia meliputi :</p>
<ul>
<li>Grade X ( Kelas X SMA Indonesia )<br />
IGCSE ( International General Certificate of Secondary Education ) atau O`Level meliputi beberapa Learning Subjects Mathematics, Biology, Physics, Chemistry and ESL ( English As a Second Language ).<br />
IGCSE Exam meliputi :</p>
<ul>
<li>Mathematics<br />
( Short-Answer Questions ), ( Structured Questions )</li>
<li>Physics<br />
( Multiple Choice ), ( Structured Questions ) dan ( Alternative to Practical )</li>
<li>Biology<br />
( Multiple Choice ), ( Structured Questions ) dan ( Alternative to Practical )</li>
<li>Chemistry<br />
( Multiple Choice ), ( Structured Questions ) dan ( Alternative to Practical )</li>
<li>ESL ( English As A Second Language )<br />
( Reading &amp; Writing ), ( Listening ) dan ( Speaking )</p>
<p>Note : Ada 2 kali Ujian dalam 1 tahun ( Juni dan Resultnya Agustus, November Results Januari ). Hasil Ujian berupa A* ( A Star ) nilai tertinggi dan Nilai terendah G.</li>
<li>Cambridge ICE ( Cambridge International Certificate of Education adalah ijazah yang diberikan apabila kandidat telah melewati ujian 7 Mata pelajaran IGCSE yakni :
<ul>
<li>2 Mata Pelajaran dari Languages Group</li>
<li>1 Mata Pelajaran dari setiap Sciences Group, Mathematics Groups, Humanities and Social Sciences Group, Technical and Vocational Group</li>
<li>1 Mata Pelajaran lagi bebas pilih dari kelima Group di atas.</li>
<li>Hasil Penilaian terdiri atas 3 kategori : Pass, Merit dan Distinction.</li>
</ul>
<p>Jika Siswa yang berhasil Lulus dan mendapatkan Sertifikat O`Level atau Cambridge ICE dapat melanjutkan :</p>
<ul>
<li>Sekolah Langsung ke Luar Negeri melalui jalur College ( Diploma ) dan setelah 6 bulan – 1 tahun mengikuti mengikuti Diploma / Foundation Programme bisa melanjutkan ke S1 sekitar 3 tahun di Luar Negeri.</li>
<li>atau melanjutkan ke Program A`Level atau AS Level, dan setelah mendapat Sertifikat A`Level siswa dapat melanjutkan Perguruan Tinggi di Luar Negeri dengan lama 3 tahun tanpa perlu mengikuti Foundation Programme.</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Grade XII ( Kelas XII SMA Indonesia )<br />
A Level atau AS Level ( A Level Penuh, AS setengah dari A`Level dan biasa diambil ditengah rentang waktu Program A`Level ) merupakan lanjutan dari IGCSE.</p>
<ul>
<li>Materi Ujian seperti IGCSE dan Rentang nilai dari A sampai E serta U (ungraded) bila hasil ujian tidak memenuhi syarat penilaian sama sekali.</li>
<li>AICE ( Advanced International Certificate of Education ) adalah Ijazah yang diberikan apabila kandidat telah berhasil menempuh ujian AS Level atau A`Level dengan syarat :
<ul>
<li>Lulus dari paling tidak 1 Pelajaran dari setiap group ( Mathematics and Sciences Group, Languages Group, dan Arts and Humanities Group )</li>
<li>Mencapai minimal 6 Kredit dengan ketentuaan ( 1 mata pelajaran AS Level memiliki 1 Kredit sedangkan 1 mata pelajaran A`Level memiliki 2 Kredit ).</li>
<li>Jenjang Waktu tidak lebih dari 13 bulan.</li>
<li>Hasil Penilaian terdiri atas 3 kategori : Pass, Merit dan Distinction.</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>Bagaimana Cara Belajar di kelas Internasional ?</strong></p>
<ol>
<li><strong>Lecture Class</strong><br />
Pada kelas ini, seluruh siswa dikumpulkan pada kelas yang besar ( Auditorium ), kemudian para peserta didik akan dijelaskan materi secara umum, seperti Penurunan/Penjabaran Rumus, Tujuan Materi dan Contoh Soal / Aplikasi Sederhana.</li>
<li><strong>Tutorial Class</strong><br />
Kelas ini dirancang menjadi kelas kecil ( maksimum 15 orang ), kemudian para peserta didik belajar secara aktif dan dibimbing seorang guru bidang studi. Proses pembelajaran di kelas ini meliputi Diskusi secara Kelompok (Discussion ), Presentasi ( Presentation ) dengan menggunakan LCD Projector dan Power Point / Flash, Membahas Project/home assignment, Simulation dan Quiz, atau Role-Playing ( Permainan ) serta Experimental ( Lab Work ).</li>
<li><strong>Extra-Kulikuler</strong><br />
Para Peserta didik wajib mengikuti salah satu kegiatan di luar pelajaran sekolah. Biasanya kegiatan ini diadakan setiap hari Sabtu. ( 5 hari belajar , Senin-Jum`at ). Kegiatan dapat meliputi Art ( Seni ), Sport ( Olah Raga ), Electronic ( Robotic ), dll</li>
</ol>
<p><strong>IV. Masalah dan Kesimpulan dari Belajar dengan Kurikulum Intenasional</strong></p>
<p>Saat memilih Kelas Internasional, segudang harapan dan impian muncul dibenak para orangtua dan siswa. Impian untuk melanjutkan Kuliah ke Luar Negeri dengan Biaya Sendiri atau mungkin dengan Beasiswa Internasional sudah terbentuk dalam angan-angan. Selain itu dengan Kelas Internasional, harapan para orang tua, setidak-tidaknya anak-anak sudah terbiasa dengan bahasa Inggris sebagai bahan Pengantar, sehingga ketika melanjutkan studi di Luar Negeri atau Universitas bertaraf Internasional, para peserta didik sudah terbiasa dengan cara dan pola belajar Kurikulum Internasional.</p>
<p>Akan tetapi, menyekolahkan anak-anak di Program Internasional tidaklah mudah. Beberapa Orangtua bahkan para Siswa mengeluhkan beberapa hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li><strong>Beban Belajar yang Berat</strong><br />
Para Siswa/i mengeluhkan beban berganda, hal ini disebabkan kurikulum Sekolah Bertaraf Internasional SBI menjalankan dua kurikulum sekaligus yakni kurikulum Nasional (KTSP) dan Kurikulum Cambridge. Jadi para siswa pada akhir Sekolah para peserta didik harus menghadapi dua ujian Sekolah yaitu Ujian Negara (UN) dan Ujian Cambridge.</li>
<li><strong>Beban Biaya Berganda</strong><br />
Dengan mengikuti Kelas Internasional – Sekolah Bertaraf Internasional, berarti para peserta harus menyiapkan anggaran untuk kedua Ujian tersebut atau setidaknya Persiapan untuk kedua Ujian tersebut.</li>
<li><strong>Bahasa Inggris sebagai Bahasa Pengantar</strong><br />
Kendala bahasa merupakan faktor utama bagi peserta didik di kelas Internasional, Hal ini disebabkan para peserta didik harus menguasai Reading – Writing ( Pasif ) dan Speaking-Listening ( Aktif ). Kebanyakkan para peserta didik di Indonesia menguasai Bahasa Inggris secara pasif ( Tata Bahasa / Grammar ) dan tidak terbiasa dalam menulis.</li>
<li><strong>Kurikulum Berganda</strong><br />
Dengan kurikulum berganda, sudah pasti Program ini lebih cocok untuk para peserta didik yang selain menguasai bahasa Inggris dengan baik juga harus memiliki Inteligensi  (IQ) dan Emotional EQ yang tinggi atau dengan kata lain Program ini</li>
</ol>
<p>Lebih cocok untuk para peserta didik yang Cerdas dan Berbakat Istimewa.</p>
<p><strong>Kesimpulannya :</strong></p>
<p>Jadi untuk Belajar di Kelas Internasional – Sekolah Bertaraf Internasional, para peserta didik dan orang tua harus siap dengan Konsekuensi diatas yakni Beban Berganda ( Belajar berganda, Biaya Berganda, Bahasa Berganda dan Kurikulum Berganda ). Selamat Belajar di Kelas Internasional – Sekolah Bertaraf Internasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/belajar-dengan-kurikulum-internasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

