<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>St. Ignatius Education Center</title>
	<atom:link href="http://www.ignatius-edu.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ignatius-edu.com</link>
	<description>The First Choice to The Best Future</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Jun 2010 11:52:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>ASEAN SCHOLARSHIP 2010</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/asean-scholarship-2010.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/asean-scholarship-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 11:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Priyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Telah dibuka pendaftaran ASEAN Scholarship 2010 buat Siswa/i SMP kelas 3 yang baru tamat dan baru mau masuk SMA kelas 1&#8230;

Untuk info lebih lanjut buka website :
http://www.moe.gov.sg/education/scholarships/asean/indonesia/
Bagi siswa/i St. Ignatius yang telah mengikuti Program O&#8217; Level di September 2009 &#8211; Februari 2010 (Siswa Lama), akan diadakan review materi dalam bentuk Try Out dengan jadwal sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah dibuka pendaftaran ASEAN Scholarship 2010 buat Siswa/i SMP kelas 3 yang baru tamat dan baru mau masuk SMA kelas 1&#8230;</p>
<p><img class="alignnone" title="ASEAN" src="http://farm2.static.flickr.com/1302/4692539149_24cc3221f5_b.jpg" alt="" width="627" height="1024" /></p>
<p>Untuk info lebih lanjut buka website :<br />
<a href="http://www.moe.gov.sg/education/scholarships/asean/indonesia/">http://www.moe.gov.sg/education/scholarships/asean/indonesia/</a></p>
<p>Bagi siswa/i St. Ignatius yang telah mengikuti Program O&#8217; Level di September 2009 &#8211; Februari 2010 (Siswa Lama), akan diadakan review materi dalam bentuk Try Out dengan jadwal sebagai berikut :</p>
<p>02 Juli &#8211; 10 Juli 2010 : TO 1 &#8211; Maths &amp; English (waktu bebas)<br />
17 Juli 2010 : TO 2 &#8211; Maths &amp; English (waktu bebas)<br />
18 Juli 2010, jam 13.00 &#8211; 17.00 WIB : Bahas TO 1 &#8211; Maths &amp; English<br />
24 Juli 2010 : TO 3 &#8211; Maths &amp; English (waktu bebas)<br />
25 Juli 2010, jam 13.00 &#8211; 17.00 WIB : Bahas TO 2 &#8211; Maths &amp; English<br />
31 Juli 2010 : TO 4 &#8211; Maths &amp; English (waktu bebas)<br />
01 Agustus 2010, jam 13.00 &#8211; 17.00 WIB : Bahas TO 3 &#8211; Maths &amp; English<br />
08 Agustus 2010, jam 13.00 &#8211; 17.00 WIB : Bahas TO 4 &#8211; Maths &amp; English<br />
* <strong><em>Note</em> :</strong><em> </em> Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu</p>
<p>Harap memberitahukan kepada adminitrasi St. Ignatius jika ingin mengikuti ASEAN Scholarship ini  ke nomor 021-56964101 &#8230;</p>
<p><strong><em>- St. Ignatius -</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/asean-scholarship-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Jakarta 06 Juni 2010</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/690.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/690.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 09:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Priyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ignatius-edu.com/images/UNDANGAN-SEMINAR-JAKARTA1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-689" title="UNDANGAN SEMINAR JAKARTA" src="http://www.ignatius-edu.com/images/UNDANGAN-SEMINAR-JAKARTA1.jpg" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/690.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Masa Depan</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/guru-masa-depan.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/guru-masa-depan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 04:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/guru-masa-depan.html</guid>
		<description><![CDATA[GURU MASA DEPAN Bangsa kita, masyarakat kita, sangat membutuhkan para guru-guru yang mampu mengangkat citra dan marwah pendidikan kita yang terkesan sudah carum marut, dan seperti benang kusut. Sehingga bagaimana harus dimulai, kapan dan siapa yang memulainya, dan dari mana harus dimulai.
Kalaulah kita masing-masing menyadari, dan kalaulah kita masih memiliki rasa keperdulian, dan kalaulah kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GURU MASA DEPAN Bangsa kita, masyarakat kita, sangat membutuhkan para guru-guru yang mampu mengangkat citra dan marwah pendidikan kita yang terkesan sudah carum marut, dan seperti benang kusut. Sehingga bagaimana harus dimulai, kapan dan siapa yang memulainya, dan dari mana harus dimulai.</p>
<p>Kalaulah kita masing-masing menyadari, dan kalaulah kita masih memiliki rasa keperdulian, dan kalaulah kita mau berbagi rasa, dan kalaulah mau kita berteposeliro, maka pendidikan kita seperti disebutkan di atas, akan dapat dianulir. Oleh sebab itu semua kita memiliki satu persepsi, satu langkah dan satu tujuan bagaimana kita berusaha mengangkat &#8220;batang terendam&#8221; tersebut, menjadi pendidikan bermutu, dan tentunya diharapkan mampu untuk mengangkat peringkat dan citra pendidikan termasuk terendah di Asia.</p>
<p>Satu hal yang akan menjadi titik perhatian kita adalah &#8220;bagaimana merancang guru masa depan&#8221;. Guru masa depan adalah guru yang memiliki kemampuan, dan ketrampilan bagaimana dapat menciptakan hasil pembelajaran secara optimal, selanjutnya memiliki kepekaan di dalam membaca tanda-tanda zaman, serta memiliki wawasan intelektual dan berpikiran maju, tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang ada padanya.<span id="more-661"></span></p>
<p>Bagaimana sebenarnya guru masa depan seperti yang diidamkan oleh banyak pihak, diantaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Planner, artinya guru memiliki program kerja pribadi yang jelas, program kerja tersebut tidak hanya berupa program rutin, misalnya menyiapkan seperangkat dokumen pembelajaran seperti Program Semester, Satuan Pelajaran, LKS, dan sebagainya. Akan tetapi guru harus merencanakan bagaimana setiap pembelajaran yang dilakukan berhasil maksimal, dan tentunya apa dan bagaimana rencana yang dilakukan, dan sudah terprogram secara baik;</li>
<li>Inovator, artinya memiliki kemauan untuk melakukan pembaharuan dan pembaharuan dimaksud berkenaan dengan pola pembelajaran, termasuk di dalamnya metode mengajar, media pembelajaran, system dan alat evaluasi, serta nurturant effect lainnya. Secara individu maupun bersama-sama mampu untuk merubah pola lama, yang selama ini tidak memberikan hasil maksimal, dengan merubah kepada pola baru pembelajaran, maka akan berdampak kepada hasil yang lebih maksimal;</li>
<li>Motivator, artinya guru masa depan mampu memiliki motivasi untuk terus belajar dan belajar, dan tentunya juga akan memberikan motivasi kepada anak didik untuk belajar dan terus belajar sebagaimana dicontohkan oleh gurunya;</li>
<li>Capable personal, maksudnya guru diharapkan memiliki pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan serta sikap yang lebih mantap dan memadai sehinga mampu mengola proses pembelajaran secara efektif;</li>
<li>Developer, artinya guru mau untuk terus mengembangkan diri, dan tentunya mau pula menularkan kemampuan dan keterampilan kepada anak didiknya dan untuk semua orang. Guru masa depan haus akan menimba ketrampilan, dan bersikap peka terhadap perkembangan IPTEKS, misalnya mampu dan terampil mendayagunakan computer, internet, dan berbagai model pembelajaran multi media.</li>
</ol>
<p>Jadi, guru masa depan adalah guru bertindak sebagai fasilitator; pelindung; pembimbing dan punya figur yang baik (disiplin, loyal, bertanggung jawab, kreatif, melayani sesuai dengan visi, misi yang diinginkan sekolah); termotivasi menyediakan pengalaman belajar bermakna untuk mengalami perubahan belajar berdasarkan keterampilan yang dimiliki siswa dengan berfokus menjadikan kelas yang konduktif secara intelektual fisik dan sosial untuk belajar; menguasai materi, kelas, dan teknologi; punya sikap berciri khas &#8220;The Habits for Highly Effective People&#8221; dan &#8220;Quantum Teaching&#8221; serta pendekatan humanis terhadap siswa; Guru menguasai komputer, bahasa, dan psikologi mengajar untuk diterapkan di kelas secara proporsional. Diberlakukan skema rewards dan penegakan disiplin yang humanis terhadap guru dan karyawan.</p>
<p>Guru masa depan juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan para siswanya melalui pemahaman, keaktifan, pembelajaran sesuai kemajuan zaman dengan mengembangkan keterampilan hidup agar siswa memiliki sikap kemandirian, perilaku adaptif, koperatif, kompetitif dalam menghadapi tantangan, tuntutan kehidupan sehari-hari. Secara efektif menunjukkan motivasi, percaya diri serta mampu mandiri dan dapat bekerja sama. Selain itu guru masa depan juga dapat menumbuhkembangkan sikap, disiplin, bertanggung jawab, memiliki etika moral, dan memiliki sikap kepedulian yang tinggi, dan memupuk kemampuan otodidak anak didik, memberikan reward ataupun apresiasi terhadap siswa agar mereka bangga akan sekolahnya dan terdidik juga untuk mau menghargai orang lain baik pendapat maupun prestasinya. Kerendahan hati juga perlu dipupuk agar tidak terlalu overmotivated sehingga menjadi congkak. Diberikan pelatihan berpikir kritis dan strategi belajar dengan manajemen waktu yang sesuai serta pelatihan cara mengendalikan emosi agar IQ, EQ dan ke dewasaan sosial siswa ber imbang.</p>
<p>Selain itu, guru masa depan juga harus memiliki keterampilan dasar pembelajaran, kualifikasi keilmuannya juga optimal, performance di dalam kelas maupun luar kelas tidak diragukan. Tentunya sebagai guru masa depan bangga dengan profesinya, dan akan tetap setia menjunjung tinggi kode etik profesinya.</p>
<p>Oleh sebab itu, untuk menjadi guru masa depan diperlukan kualifikasi khusus, dan barangkali tidak akan terlepas dari relung hati dan sanubarinya, bahwa mereka memilih profesi guru sebagai pilihan utama dan pertama. Weternik memberikan dengan istilah rouping atau &#8220;pangilan hati nurani&#8221; Rouping inilah yang merupakan dasar bagi seseorang guru untuk menyebutkan dirinya sebagai &#8220;GURU MASA DEPAN&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/guru-masa-depan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewujudkan Impian</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/mewujudkan-impian.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/mewujudkan-impian.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 03:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda. Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai. Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda. Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai. Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.</p>
<p>Karena kebiasaan bermimpinya di kelas tersebut ia sempat dikeluarkan dari sekolah. Namun hal tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk mewujudkan semua impiannya. Hingga saat ini Honda dapat memperlihatkan diri kepada dunia bahwa ia adalah salah satu contoh orang yang sangat berhasil dalam mengubah semua impiannya menjadi kenyataan. Dan sampai saat ini Honda terus-menerus melakukan inovasi-inovasi baru melalui mimpi-mimpi barunya dengan melakukan kampanye The Power of Dreams melalui media massa belum lama ini. Begitulah <strong>Sukses itu Dimulai dari Impian Besar</strong></p>
<p>Setiap orang pasti mempunyai impian, sebab kalau tidak, hidup ini akan terasa hampa, tanpa arah, dan tanpa harapan.  Akan tetapi untuk mewujudkan suatu impian, tidaklah mudah, banyak rintangan, atau tantangan yang harus dilakukan. Dan terkadang ketika seseorang ingin mewujudkan impian tersebut, dan sudah melakukan berbagai langkah, tiba-tiba muncul perasaan putus asa karena tantangan atau rintangan yang datang terasa berat untuk dijalankan. Sebenarnya, tidaklah mustahil untuk terus bermimpi dan menjadikannya nyata.<span id="more-658"></span></p>
<p>Jadi Bagaimana mewujudkan impian tersebut menjadi suatu mimpi yang nyata “ The Dream comes true “ ? Berikut beberapa Tips untuk mewujudkan harapan dan impian tersebut, antara lain :</p>
<p><strong># 1. </strong><strong>Mulai dari Diri Sendiri</strong></p>
<p>Paham dengan jelas mengenai sesuatu / hal apa yang diimpikan untuk dicapai / diwujudkan. Selanjutnya perlu menekankan niat dan kemauan untuk mencapainya dengan bersungguh-sungguh. Coba perhatikan lebih dalam lagi diri sendiri, sudah sejauh mana hasrat Anda untuk mewujudkan mimpi Anda, dimulai dengan aktivitas diri sehari-hari.</p>
<p>Setiap Individu dapat <strong>mendeteksi dirinya sendiri</strong> seberapa jauh hasrat untuk mewujudkan mimpinya dengan mendeteksi <strong>bahasa tubuhnya</strong>. Seseorang dengan level energi yang tinggi dan tetap fokus akan tujuannya, sudah pasti dapat mewujudkan mimpinya meskipun harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk berlatih atau belajar tanpa mengeluh akan kesulitan yang dihadapi. Dan sebaliknya, seseorang senantiasa mengeluh  atau merasa lelah dalam setiap latihan atau belajar, sudah pasti akan menemui kegagalan karena memiliki level energi yang rendah serta hasrat yang rendah.</p>
<p>Sebagai Contoh, Jika Anda ingin Lulus PTN Favorit atau Beasiswa Internasional, maka Anda harus paham prosedur apa saja yang Anda harus kerjakan untuk mewujudkan mimpi Anda, dimulai dari syarat-syarat pendaftaran, kapan dan dimana Tes diselenggarakan, Universitas Apa yang dituju serta Jurusan Apa yang diminati kemudian dilanjutkan dengan hasrat yang tinggi untuk mencapai tujuan tersebut dengan belajar lebih keras atau latihan yang lebih intensif  karena Anda menyadari tingginya persaingan dengan orang-orang di sekitar Anda.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>#2. Mimpi Anda sebagai Blue Print</strong><strong> </strong></p>
<p>Saat tumbuh menjadi dewasa, seringkali kita berhenti bermimpi dan memilih untuk lebih realistis. Masalahnya kita jadi kehilangan jalur dari apa yang benar-benar kita minati. Jadi, kini mulailah membangkitkan kembali mimpi-mimpi liar Anda dan lakukan dengan sebebas mungkin. Lihat kembali setiap wilayah dalam kehidupan Anda dan tuliskan gagasan yang datang dari visi-visi dari wilayah yang benar-benar Anda minati. Buat daftar tentang apa yang benar-benar menarik perhatian Anda  dan jelajahi hasrat terkuat Anda.</p>
<p>Dengan demikian setiap mimpi atau impian dapat dituangkan kedalam Blue Print Anda, dan Anda dapat menggambar secara detail atau sejelas mungkin setiap rencana dan langkah yang harus dilakukan untuk segera mewujudkan impian Anda tersebut.</p>
<p>Sebagai Contoh, Anda membayangkan diri Anda sebagai penerima beasiswa kuliah di Luar Negeri, maka yang ada di benak Anda hal-hal yang  indah seperti dapat teman dari mancanegara, uang saku, kuliah gratis, punya kesempatan keliling dunia, fasilitas belajar yang nyaman, kebanggaan orang tua, predikat pandai, bahasa inggris jadi lancar, dll. Kemudian Anda membayangkan jauh lebih dalam lagi, misalnya nanti setelah lulus, saya akan melanjutkan lagi studi S2, melakukan riset, atau mencari kerja lebih dahulu atau pengalaman di negara orang lain atau bekerja sambil kuliah, dll. Tanpa Anda sadari Anda telah membuat Blue Print tentang kuliah Anda berikut langkah-langkah yang akan Anda lakukan. Jadi sebuah mimpi terkadang menjadi suatu Blue Print kita.</p>
<p><strong>#3. Belajar dari Pengalaman Orang lain </strong></p>
<p><strong>Perhatikan, pelajari dan Lihatlah</strong> apa yang dikerjakan oleh orang lain ( Expert pada suatu profesi ) yang berhubungan dengan impian kita itu dan pelajari juga pengalaman mereka. Misal jika kita ingin mewujudkan impian untuk bisa berbisnis online kita bisa belajar dari orang-orang yang berbisnis online. Pelajari juga kisah-kisah para tokoh dunia yang telah berhasil mempengaruhi perkembangan dunia seperti Bill Gates ( Pendiri Microsoft ), Mark Zuckerberg ( Pendiri Facebook ), Sergey Brin dan Larry Page ( Pendiri Google ), dll yang akan menginspirasikan kita bagaimana mewujudkan suatu mimpi.</p>
<p><strong>#4. Lakukan dengan langkah-langkah kecil</strong></p>
<p>Wujudkan / implementasikan hal yang telah kita pelajari tersebut dengan bersungguh-sungguh dan wujudkan secara bertahap, mulailah dari kita mampu dahulu dan kemudian tingkatkan apa yang telah kita capai tersebut. Misalnya Agar dapat lulus PTN Favorit, Anda sudah mulai mempelajari semua materi yang berhubungan dengan tes masuk PTN, kemudian mengerjakan soal-soal tes masuk secara disiplin (misal 10 soal per hari ), mengikuti simulasi / Try Out dan mengevaluasi kesiapan diri Anda serta strategi yang tepat dalam menghadapi tes masuk PTN tersebut.</p>
<p>Semua impian di dunia tak akan mengubah kehidupan tanpa adanya usaha. Ketika Anda memiliki sebuah gagasan tentang pekerjaan apa yang benar-benar Anda harapkan, mulailah mengambil langkah pertama/langkah kecil. Buat sebuah rencana yang akan membantu Anda menjelajahi gagasan itu. Sungguh menakjubkan mengetahui seberapa banyak pintu yang akan terbuka saat Anda mulai membuat rencana dan bertindak!</p>
<p>Ingat semua pekerjaan besar yang sukses abad ini ada langkah kecil di masa lalu dan Sebuah visi akan menjadi nyata hanya jika kita mengambil tindakan untuk mewujudkannya!</p>
<p><strong>#5. Optimis dan Rayakan Kemenangan </strong></p>
<p>Seringkali kita berhenti menciptakan hasrat hidup kita dengan &#8216;menyumbat keyakinan&#8217;. Dan sejatinya, itu juga telah menyumbat kehidupan impian kita. Keyakinan yang kita miliki datang dari pengalaman di masa lalu, orang tua kita, guru, teman-teman yang mangatakan kalau kita seharusnya berbuat sesuatu. Ini saatnya untuk melihat kembali semua itu dan harga yang telah kita bayar untuk meyakini hal itu. Hapus semua yang mengahambat keyakinan! Dan mulai meyakininya untuk memberi nafas kehidupan pada impian Anda.</p>
<p>Jangan lupa merayakan setiap kemenangan, Mulailah dengan perayaan di setiap langkah kecil dalam mewujudkan impian Anda. Kenapa? Pertama, karena ini menyenangkan! Kedua, merayakan setiap kesuksesan kecil membantu Anda untuk tetap fokus pada kesuksesan dan mempertahankan motivasi Anda untuk terus bergerak maju.</p>
<p><strong>Semoga Menginpirasi &#8230;</strong></p>
<p><strong>Disadur dari berbagai Artikel dan Pengalaman Hidup Pribadi</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/mewujudkan-impian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Try Out sebagai  Strategi menuju Keberhasilan</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/try-out-sebagai-strategi-menuju-keberhasilan.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/try-out-sebagai-strategi-menuju-keberhasilan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 03:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[
Mau Lulus UN … 
Mau Lulus SNM-PTN … 
Mau Lulus Beasiswa Internasional …

 
 “ Banyak Jalan menuju Roma ”, bentuk ungkapan yang sering dilontarkan ketika seseorang menemui suatu masalah atau ingin memecahkan suatu masalah. Demikian juga jika seseorang khendak mencapai suatu cita-cita atau ingin berhasil/lulus dalam suatu kompetisi/ujian. maka banyak jalan yang dapat dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><strong>Mau Lulus UN … </strong></li>
<li><strong>Mau Lulus SNM-PTN … </strong></li>
<li><strong>Mau Lulus Beasiswa Internasional …</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> “ Banyak Jalan menuju Roma ”, </strong>bentuk ungkapan yang sering dilontarkan ketika seseorang menemui suatu masalah atau ingin memecahkan suatu masalah. Demikian juga jika seseorang khendak mencapai suatu cita-cita atau ingin berhasil/lulus dalam suatu kompetisi/ujian. maka banyak jalan yang dapat dilakukan antara lain melalui belajar yang tekun, disiplin diri yang tinggi, Motivasi yang kuat dan tak kalah penting adalah dengan melakukan “Uji Coba” Try Out  sebelum memasuki “Medan Perang” yang sesungguhnya.</p>
<p>Orang-orang besar / terkenal adalah orang-orang yang selalu mencoba dan mencoba hingga menghasilkan suatu hasil yang luar biasa, sebagai contoh Thomas Alfa Edison melakuan ribuan percobaan hingga menghasilkan Listrik seperti yang kita nikmati sekarang ini, atau Roket yang dapat meluncur hingga ribuan kilometer dari permukaan Bumi adalah bentuk dari sutau percobaan. Jadi jangan takut untuk mencoba, sebab banyak hal yang dapat dikerjakan melalui Uji Coba.</p>
<p>Mengapa Perlu Uji Coba “ Try Out ”?</p>
<p>Banyak Pelajar selalu mencari berbagai alasan untuk menghindari Try Out, Mereka selalu mengeluh Tugas Sekolah yang banyak, banyak ulangan harian, nggak sempat karena ada kegiatan lain, ada urusan keluarga, dan berbagai alasan lainnya yang langsung timbul secara Otomatis bila mendengar ada Try Out Matematika, Try Out UN, Try Out SNM-PTN dan lain-lain.</p>
<p>Padahal tanpa mereka sadari, Try Out merupakan pintu gerbang untuk mencapai Keberhasilan.</p>
<p>Beberapa <strong>manfaat </strong>yang dapat dipetik dari <strong>Try Out</strong>, antara lain :</p>
<ol>
<li><strong>Mengetahui Daya Serap dan Pemahaman Konsep</strong><strong><br />
Salah nggak ya … Konsep yang saya maksud … ?</strong></p>
<p>Setelah mendapatkan penjelasan dari Guru / Instruktur tentang suatu Materi Pelajaran yang meliputi konsep dasar, Pengertian/definisi, Rumus dan Latihan soal berikut pemecahan/penyelesaiannya, ini berarti seorang siswa telah mempelajari materi tersebut secara “satu arah” yakni dari Sumber Guru dan selama Proses Penjelasan Materi tersebut, bisa saja apa yang dimaksud/diinginkan oleh Guru berbeda dengan apa yang ditangkap oleh siswa, sehingga begitu diadakan Ulangan Harian/Latihan, maka bisa saja, siswa benar dalam mengerjakan atau kebalikannya.</p>
<p>Dan bila Ujian tersebut adalah Ujian Besar atau Ujian Penentuan Masa Depan, sudah pasti siswa tersebut akan menemui kegagalan. Dengan mengikuti beberapa Try Out terlebih dahulu sebelum mengikuti Ujian, tentu hal-hal yang tidak diharapkan dapat dielimir terlebih dahulu.</li>
<li><strong>Mengetahui Kelemahan akan Topik/Materi yang belum dikuasai</strong><strong><br />
Belajar dari Pengalaman … !</strong></p>
<p>Dengan mengikuti Try Out, siswa dapat mengetahui kelemahan akan topik / materi yang belum belum dikuasai, sehingga siswa dapat memfokuskan kembali pada materi yang belum dikuasai tersebut. Selain itu soal-soal yang salah selama Try Out akan menjadikan masukkan bagi siswa untuk tidak mengulami kembali kesalahannya ( tingkat kesalahan dapat dielimir termasuk kurang teliti dan lain lain).</li>
<li><strong>Mendisiplin diri dan “ Jam Terbang ” bertambah</strong><strong><br />
Hati-hati dengan Otak Anda</strong> … !</p>
<p>Apa yang dimasukkan ke dalam otak Anda akan menghasilkan apa yang Anda akan kerjakan kelak. Jadi Try Out sangat berguna sekali dalam menambah jumlah soal yang akan Anda input ke dalam otak Anda yang berarti Jam Terbang Anda dalam mengerjakan soal akan semakin bertambah dan Anda akan semakin terampil dalam menghadapi setiap soal. “ Apa yang ada di Otak Anda … Merupakan Referensi yang terbaik bagi diri Anda “.</li>
<li><strong>Menguji kesiapan Mental Ujian</strong><strong><br />
Ada sebagian siswa phobia terhadap ujian</strong> … !</p>
<p>Bukan hanya ketinggian saja ketakutan yang dialami oleh sebagian orang, Ada juga orang takut dengan Ujian, dan begitu mendengar Ujian … Anak-anak begitu stressss… dan terkadang jatuh sakit. Terkadang siswa takut bukan karena ujiannya melainkan takut akan suasana ujian dan kompetitornya, dll. Oleh sebab itu dengan Try Out yang berkala akan menciptakan siswa yang tangguh secara mental (tidak gugup lagi) karena sudah menjadi suatu kebiasaan.</li>
<li><strong>M</strong><strong>anagemen diri </strong><strong>dengan P</strong><strong>enggunaan waktu yang efisien</strong><strong><br />
Hampir semua Ujian diukur dengan waktu …</strong><strong><br />
Sebenarnya saya bisa semua … tapi waktunya tidak cukup…</strong></p>
<p>Kalimat tersebut sering dilontarkan para siswa yang mengikuti suatu Ujian. Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dalam suatu Ujian atau hampir semua kompetisi diukur dengan waktu.</p>
<p>Managemen waktu sangat diperlukan, agar soal-soal yang diberikan dapat dijawab semua dengan tuntas. Untuk itu diperlukan latihan atau Uji Coba untuk memastikan dengan waktu yang tersedia, Anda mampu mengerjakan seluruh soal dengan tepat waktu. Disini jelas diperlukan strategi seperti mengerjakan bagian soal yang mudah terlebih dahulu, kecepatan dalam berhitung, dan kecepatan dalam menganalisis soal.</li>
</ol>
<p>Kesimpulan :</p>
<p>Try Out sangat membantu siswa dalam mencapai suatu hasil yang maksimal, seperti mengurangi tingkat kesalahan, menambah referensi di otak, meningkatkan mental ujian / tidak gugup, dan melatih managemen penggunaan waktu yang efisien. Jadi Ayo jangan bermalasan-malasan … Raih impian Anda dengan berlatih secara teratur dan tetap fokus dengan Tujuan dan Impian Anda.</p>
<p>Semoga menginspirasi …</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/try-out-sebagai-strategi-menuju-keberhasilan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Talkshow di Smart FM</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/foto-talkshow-di-smart-fm.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/foto-talkshow-di-smart-fm.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 04:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gallery Photo & Video Activity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[<img title="Smart FM" src="http://farm3.static.flickr.com/2735/4145599649_01eaf461b5_m.jpg" alt="Smart FM" width="240" height="180" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2735/4145599649_01eaf461b5.jpg"><img title="Smart FM" src="http://farm3.static.flickr.com/2735/4145599649_01eaf461b5_m.jpg" alt="Smart FM" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Smart FM</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2609/4146356664_5fec446abb.jpg"><img title="Smart FM" src="http://farm3.static.flickr.com/2609/4146356664_5fec446abb_m.jpg" alt="Smart FM" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Smart FM</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2735/4145599649_01eaf461b5.jpg"><img title="Smart FM" src="http://farm3.static.flickr.com/2735/4145599649_01eaf461b5_m.jpg" alt="Smart FM" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Smart FM</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/foto-talkshow-di-smart-fm.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ICT sebagai Salah Satu Investasi Masa Depan</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/ict-sebagai-salah-satu-investasi-masa-depan.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/ict-sebagai-salah-satu-investasi-masa-depan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 04:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Selain Penguasaan Matematika dan Logika Berpikir yang baik, Penguasaan Bahasa Inggris / Mandarin yang benar, Investasi Pendidikan lain yang tak kalah penting adalah ICT ( Information, Communication and Technology ). ICT akan memegang peran yang sangat besar di masa mendatang. Mulai dari pekerjaan / benda kecil hingga skala yang besar tak lepas dari ICT.
Contoh lain, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain Penguasaan <strong>Matematika dan Logika </strong>Berpikir yang baik, Penguasaan <strong>Bahasa Inggris / Mandarin </strong>yang benar, Investasi Pendidikan lain yang tak kalah penting adalah ICT ( Information, Communication and Technology ). ICT akan memegang peran yang sangat besar di masa mendatang. Mulai dari pekerjaan / benda kecil hingga skala yang besar tak lepas dari ICT.</p>
<p>Contoh lain, dulu seorang sarjana Akuntansi dituntut menguasai ilmu akuntansi, seperti melakukan pembukuaan secara manual, seorang dokter memberikan resep berdasarkan informasi di kartu, seorang ahli struktur melakukan perhitungan struktur bangunan secara manual, seorang Arsitek menggambar sketsa dan rancangan secara manual, Ahli marketing memetakan pasar berdasarkan laporang secara manual dll. Kini seiring dengan kemajuan teknologi, seorang Ahli Akuntansi, Arsitek, Ahli Bangunan, Ahli Markering dan berbagai profesi lain dituntut menguasai ICT. Jadi tidak heran jika beberapa sarjana mengikuti kursus Komputer untuk memperdalam kemampuannya di bidang ICT. Hal ini dilakukan untuk untuk menambah kompetensi mereka di dunia kerja nantinya.</p>
<p><strong>“ ICT merupakan Ilmu masa depan yang bersifat kreatif dan inovatif “</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa?</p>
<p></strong></p>
<p>ICT dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal, antara lain :</p>
<p><strong>1. Informasi yang Up to Date</strong></p>
<p>Semua tugas pelajaran sekolah atau tugas dari seorang dosen, dapat diperoleh informasinya dengan cepat dan akurat melalui media Searching di Internet. Bahkan mereka dapat mempelajari berbagai disipilin ilmu secara gratis melalui Internet.</p>
<p>Selain para Pelajar dan Mahasiswa, para Guru dan Dosen pun dituntut menguasai ICT, sebab Informasi ICT senantiasa berkembang / Inovatif. Jika para Instruktur termasuk para Guru dan Dosen enggan mempelajari ICT, maka sudah pastikan para siswa dan Mahasiswanya akan jauh lebih cepat berkembang dibandingkan para Instrukturnya.</p>
<p>Contoh, seorang Guru SMA bidang Sejarah/Geografi yang mengajukan pertanyaan kepada seorang siswa tentang sejarah atau hal informasi lainnya, dapat dijawab dengan mudah oleh seorang anak SD yang menguasai ICT melalui Alat kecil yang berada dalam genggaman si Anak ( Ponsel HP / Black Berry ). Selain itu informasi suatu kejadian di belahan Bumi lain sekalipun dapat diketahui dalam hitungan detik, akibat perkembangan ICT yang luarbiasa, misalnya Informasi Gempa, Informasi Ekonomi ( Saham, Market, Minyak), dan lain-lain.</p>
<p><strong>2. Technopreneur / Wiraswasta di bidang ICT</strong></p>
<p>Dengan mendalami ICT secara baik dini, seorang pelajar / Mahasiswa dapat menciptakan suatu lapangan usaha secara mandiri atau kelompok melalui berbagai disiplin ICT seperti Kelompok Internet ( Design Web, Blog, Transaksi on line ), Software House</p>
<p>( Penjualan Program di berbagai bidang usaha / Bisnis ), Art ( Photoshop, Coreldraw, Fotografi, Graphic Design, Animation) dll.</p>
<p>Contoh : Larry Page dan Sergey Brin ( 36 tahun, Mahasiswa Doktoral Stanford University ) yang membuat mesin pencari Google yang luarbiasa, dalam usia yang relative muda. Mark Zuckerberg baru 24 tahun/pendiri Facebook, tetapi ia bisa menghasilkan 1,5 miliar dollar AS ( Mahasiswa  Harvard University , dan merupakan Orang kaya termuda versi majalah Forbes ), Bill Gates Pendiri Microsoft yang spektakuler ( Drop Out dari Harvard University, pada usia 13 tahun Gates sudah menguasai program, meskipun gagal dalam Akademik, tapi Gates berhasilkan mewujudkan impiannya.Sebuah kegagalan ternyata bisa menjadi jalan kesuksesan jika kita bisa bersahabat dengan kegagalan tersebut, menjadikan gagal sebuah jalan, bukan halangan. Memberikan jalan keikhlasan untuk sebuah impian dan cita-cita adalah dorongan utama dalam sebuah kerjakeras)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3. Edutaiment </strong></p>
<p>Keunggulan Komputer / ICT untuk Anak-anak ialah pada program/software “edutainment” gabungan EDUcation (pendidikan) dan EnterTAINMENT (hiburan). Karena masa kanak kanak ialah masa penuh keceriaan/ hiburan &amp; Program “edugame” gabungan EDUcation (pendidikan) dan game (permainan).</p>
<p>Software tersebut bisa meningkatkan kreativitas anak, melatih syaraf motorik, Contoh: Permainan kombinasi benda, Berhitung, Tebak Angka, Tebak Gambar, Menyusun Gambar, Karena didukung peran perangkat media gambar, suara, bahkan gerak (multimedia). Sehingga Suasana Belajar Menjadi Menarik dan Menyenangkan.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Keunggulan lain Komputer / ICT lain di Dunia Pendidikan, Komputer sangat membantu sebagai Alat Bantu (media), Alat Uji, Alat Peraga yang dapat berinteraksi dengan Siswa / Anak. Namun interaksi komputer dengan anak, tetap memerlukan peran manusia (pengajar/guru yang berpengalaman). Keunggulan Interaksi komputer dengan siswa ialah lebih cepat, lebih obyektif, dan sebagai alat peraga (simulasi) dengan resiko mendekati nol.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Perkembangan ICT yang sangat pesat sekarang ini, menuntut kita semua untuk mau belajar dan meng-up grade diri akan kemajuan computer dan aplikasinya dalam berbagai bidang. Jadi tidak heran jika beberapa sarjana mengikuti kursus Komputer untuk memperdalam kemampuannya di bidang ICT. Hal ini dilakukan untuk untuk menambah kompetensi mereka di dunia kerja nantinya.</p>
<p>Sudah siapkah Anda meng-up grade dan mengintegrasi ICT ke dalam Pekerjaan dan Kehidupan Anda, dan kita berharap kelak, Putra/I bangsa mampu sebagai pencipta teknolgi bukan hanya sekadar pengguna teknologi.</p>
<p>Semoga Menginspirasi …</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/ict-sebagai-salah-satu-investasi-masa-depan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Awal Menuju Masa Depan Terbaik melalui Penguasaan Beberapa Bahasa Asing</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-penguasaan-beberapa-bahasa-asing.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-penguasaan-beberapa-bahasa-asing.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 03:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[<ul>
	<li>Ingin Mendapatkan Beasiswa Internasional …</li>
	<li>Ingin Ikut Pertukaran Pelajar Internasional  …</li>
	<li>Ingin Kerja, Belajar serta Jalan-jalan ke Luar Negeri …</li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Ingin Mendapatkan Beasiswa Internasional …</li>
<li>Ingin Ikut Pertukaran Pelajar Internasional  …</li>
<li>Ingin Kerja, Belajar serta Jalan-jalan ke Luar Negeri …</li>
</ul>
<p><strong>Semua Ke-Inginan tersebut di atas dapat dicapai dengan Mudah dan Cepat, Jika seseorang telah mempunyai Passion yang kuat dalam jiwanya untuk menggapai impiannya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa ?</strong></p>
<p>Karena passionlah yang membuat seseorang teringat akan tujuan yang akan dicapai, dengan demikian</p>
<ul>
<li>Seseorang akan belajar secara teratur.</li>
<li>Fokus dan Punya waktu yang lebih banyak untuk belajar bahasa Inggris – Mandarin &#8211; Jepang.</li>
<li>Rasa cinta akan bahasa Inggris-Mandarin-Jepang akan menyebabkan Belajar Bahasa akan menjadi lebih mudah.</li>
</ul>
<p>Survey membuktikan bahwa Otak Manusia akan lebih mudah mengingat Informasi mengenai hal-hal yang di sukai.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa Perlu Pengguasaan Bahasa Asing selain Bahasa Sendiri </strong>?</p>
<p>Selain Motivasi yang di atas, Penggunaan Bahasa Asing terutama Bahasa Inggris sangat diperlukan dalam berbagai hal seperti :</p>
<ul>
<li>Berbagai Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri Favorit, Tes Masuk Pegawai Negeri Sipil, Tes Masuk Perusahaan Multi Nasional, Perusahaan Penanaman Modal Asing, dll</li>
<li>Menguasai Bahasa Inggris berarti mempunyai kesempatan yang lebih luas dalam pergaulan Internasional, yang berarti dapat membentuk Jaringan yang kuat hingga ke Luar Negeri. Jika hanya menguasai satu macam bahasa, katakanlah bahasa Indonesia saja, maka kesempatan kerja hanya sebatas di Indonesia, padahal ketika era AFTA telah berjalanan, kesempatan kerjasama akan semakin luas dan persaingan dunia kerja pun semakin ketat serta menuntut kualitas Sumber Daya Manusia yang tinggi.</li>
<li>Pengguasaan Ilmu dan Teknologi akan semakin cepat, karena hampir semua Informasi terkini menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Pergaulan dan Dunia Cetak, seperti Jurnal Ilmiah Internasional, Text Book dan  Internet, bahkan Kebanyakan Penawaran Research dengan bentuk Program Beasiswa  berasal dari Luar Negeri terutama Amerika, Eropa, Singapura dan Australia.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Cara Efektif Belajar Bahasa Inggris – Mandarin – Jepang</strong></p>
<p>Setelah mempunyai Passion yang kuat dalam Penguasaan Bahasa Asing, tahap berikut adalah mengoptimal Pembelajaran Bahasa Asing tersebut, seperti yang dilakukan oleh Pakar Pembelajaran Bahasa Inggris, <strong>Douglas Brown</strong> dengan Lima Prinsip Belajar Bahasa Inggris yang efektif, antara lain :</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Way of life</strong></p>
<p>Jika belajar bahasa Inggris di negeri tempat bahasa tersebut digunakan sebagai Bahasa Ibu, umumnya akan lebih cepat menguasai bahasa tersebut karena setiap hari dikelilingi oleh bahasa Inggris, dari bangun tidur sampai kembali ke tempat tidur. Hal ini disebabkan karena bahasa Inggris telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Demikian pula yang harus di lakukan di Indonesia, jika ingin belajar bahasa Inggris dengan efektif  maka kita harus menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari kehidupan kita “ Way of Life”. Artinya, kita harus mencoba menggunakannya setiap hari di mana saja.Untuk itu, kita bisa membaca (writing), mendengar (Listening), berbicara (Speaking) atau menulis (writing) dengan menggunakan bahasa Inggris pada setiap kesempatan yang kita temui atau yang bisa kita ciptakan.</p>
<p>Misalnya, meningkatkan kemampuan <strong>Reading, s</strong>isihkan waktu tiap hari untuk membaca satu artikel bahasa Inggris. Kalau satu artikel belum mampu, satu paragraf atau satu kalimat per hari pun tidak jadi masalah.Kemudian gunakan kalimat tersebut dalam segala kesempatan yang mungkin ada dalam hari itu.</p>
<p>Atau, bisa juga meluangkan waktu untuk mendengarkan segala sesuatu dalam bahasa Inggris (lagu, berita, atau kaset-kaset berisi pembicaraan dalam bahasa Inggris) untuk membiasakan telinga terhadap bahasa asing tersebut yang berarti untuk meningkatkan kemampuan Listening Bahasa Inggris.</p>
<p>Kita juga bisa mencoba untuk menulis (writing) dalam bahasa Inggris (menulis memo, surat pendek, ataupun menulis rencana kerja yang akan kita lakukan selama seminggu atau untuk hari berikutnya). Pada prinsipnya, kelilingi hidup kita dengan bahasa Inggris yang topik-topiknya kita senangi atau kita butuhkan.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Total commitment</strong></p>
<p>Untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita, kita harus memiliki komitmen untuk melibatkan bahasa Inggris dalam hidup kita secara fisik, secara mental, dan secara emosional. <strong>Secara fisik</strong>, kita bisa mencoba mendengar, membaca, menulis, dan melatih pengucapan dalam bahasa Inggris, terus-menerus dan berulang-ulang.<strong>Secara mental</strong> atau intelektual, kita bisa mencoba berpikir dalam bahasa Inggris setiap kali kita menggunakan bahasa Inggris. Misalnya, dalam memahami bahasa Inggris, jangan kata per kata, tapi arti secara keseluruhan.</p>
<p>Dan, yang paling penting adalah keterlibatan kita secara emosional dengan bahasa Inggris, yaitu kita perlu memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar bahasa Inggris, dan kita perlu mencari &#8220;hal-hal positif&#8221; yang bisa kita nikmati, ataupun yang bisa memberikan kita keuntungan jika kita mampu menguasai bahasa Inggris. Hal-hal ini akan memberikan energi yang luar biasa pada kita untuk tetap bersemangat belajar bahasa Inggris.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Tryin</strong><strong>g</strong></p>
<p>Belajar bahasa adalah seperti belajar naik sepeda atau belajar menyetir mobil. Kita tidak bisa hanya membaca dan memahami &#8220;buku manual&#8221; saja, tetapi kita harus mencoba menggunakannya. Pada tahap pembelajaran (tahap percobaan), sangat wajar jika kita melakukan kesalahan. Yang penting adalah mengetahui kesalahan yang kita lakukan dan memperbaikinya di kesempatan yang berikutnya. Akan lebih baik lagi jika pada saat mencoba kita mempunyai guru yang bisa memberitahu kita kesalahan yang kita lakukan.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Beyond class activities</strong></p>
<p>Jika kita belajar bahasa Inggris secara formal (di kelas, di kursus), biasanya jam-jam belajarnya terbatas: empat jam seminggu, enam jam seminggu ataupun delapan jam seminggu. Yang pasti jam belajar di kelas ini tentunya sangat terbatas. Agar belajar bisa lebih efektif, kita harus menciptakan kesempatan untuk &#8220;belajar&#8221; juga di luar jam-jam belajar di kelas: berdiskusi dengan teman, mengunjungi websites yang menawarkan pembelajaran bahasa Inggris gratis, ataupun berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan teman-teman atau native speakers (baik melalui surat, email, ataupun percakapan langsung). Kita bisa juga mencoba membaca koran, majalah, buku-buku teks, mendengarkan radio, lagu, ataupun menonton acara-acara dan film. Agar proses belajar bisa lebih menarik, pilihlah topik-topik yang sesuai dengan minat kita, kebutuhan kita, ataupun yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang kita tekuni.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Strategies</strong><strong> </strong></p>
<p>Jika komitmen, keberanian mencoba, dan menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian hidup telah kita terapkan, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi belajar yang tepat untuk menunjang proses belajar kita. Strategi ini bisa kita kembangkan dan kita sesuaikan dengan kepribadian dan gaya belajar kita masing-masing. Ada yang lebih mudah belajar dengan menggunakan &#8220;cue-cards&#8221;, yaitu kartu-kartu kecil yang bertuliskan ungkapan atau kata-kata yang ingin kita kuasai disertai dengan contoh kalimat yang bisa menggunakan kata-kata tersebut. Kartu ini bisa kita bawa kemana pun kita pergi. Kapan pun ada kesempatan (pada saat menunggu taksi, menunggu makan siang disajikan, ataupun pada saat berada dalam kendaran yang sedang terjebak kemacetan), kita bisa mengambil kartu ini dan membacanya serta mencoba melakukan improvisasi dengan kata-kata baru dalam struktur kalimat yang sama. Ada pula orang yang lebih mudah belajar dengan langsung berkomunikasi lisan dengan orang lain atau native speakers. Dari komunikasi ini mereka bertanya, mendengar, dan memperbaiki ucapan dan meningkatkan kosa kata mereka dengan gaya belajar kita.</p>
<p><strong>Gaya Belajar Bahasa Inggris</strong><br />
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Gaya belajar ini terbentuk dari lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Jika kita mengenal gaya belajar kita, maka kita bisa memilih strategi belajar yang efektif, yang disesuaikan dengan gaya belajar kita masing-masing.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Auditory </strong><strong>L</strong><strong>earners</strong><strong> </strong></p>
<p>Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar dengan mendengarkan, maka kita memiliki gaya belajar &#8220;auditory.&#8221; Jika ini gaya belajar kita, maka kita bisa memperbanyak porsi belajar dengan mendengarkan, misalnya mendengarkan kaset-kaset pelajaran bahasa Inggris, lagu-lagu favorit kita, ataupun berita, pidato dalam bahasa Inggris. Kita juga bisa mendengarkan percakapan-percakapan dalam bahasa Inggris di film-film favorit yang kita tonton di bioskop, televisi, ataupun VCD. Dengarkan ucapan, ungkapan yang digunakan, perhatikan konteks ataupun situasi di mana kata-kata ataupun ungkapan tersebut digunakan. Lakukan hal ini berulang-ulang maka kita akan bertemu dengan ungkapan serupa yang dapat kita latih secara berkala, sehingga kita bisa makin mahir mengucapkan dan menggunakannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Visual learners</strong></p>
<p>Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar melalui input visual (gambar, tulisan), maka kita memiliki gaya belajar &#8220;visual&#8221;. Banyak sekali strategi yang bisa kita lakukan. Kita bisa membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris yang kita anggap penting, dan menarik di surat kabar, majalah, ataupun internet, untuk kemudian kita coba ceritakan kembali dengan kata-kata yang kita susun sendiri, baik dalam bentuk tulisan ataupun dalam bentuk ucapan. Kita bisa juga membaca dan mempelajari contoh surat, proposal, brosur yang sering kita temui dalam melakukan pekerjaan kita. Untuk mencoba memahami suatu konsep abstrak, kita bisa menggambarkannya dalam bentuk visual: &#8220;flow chart&#8221;, tabel, ataupun bentuk-bentuk visual lainnya.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Kinesthetic learners</strong></p>
<p>Jika kita lebih suka belajar dengan melakukan sesuatu atau bergerak, maka kita bisa belajar dengan menggunakan komputer    (di mana kita harus menekan tombol di keyboard, atau mouse), sehingga kita tidak cepat bosan. Kita bisa juga bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan bahasa Inggris (English Club) yang memiliki banyak kegiatan dan permainan yang melibatkan gerakan. Yang juga bisa kita lakukan adalah belajar dengan menulis (menggerakkan tangan untuk menulis), atau mencoba memahami sebuah kata atau ungkapan dengan membayangkan gerakan yang bisa diasosiasikan dengan arti kata-kata tersebut.</p>
<p>Setiap orang bisa memiliki lebih dari satu gaya belajar (misalnya auditory dan visual, atau visual dan kinesthetic). Apa pun gaya belajar kita, jika kita sudah mengenalnya, bisa kita cari dan terapkan strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar tersebut agar hasilnya bisa lebih efektif.</p>
<p><strong>Belajar bahasa Inggris &#8220;ON-LINE&#8221;, GRATIS</strong></p>
<p>Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk belajar bahasa Inggris. Salah satunya adalah dengan belajar secara on-line. Berikut adalah situs di web yang bisa membantu Anda untuk belajar ataupun berkonsultasi dalam meningkatkan kemampuan Anda berbahasa Inggris, tanpa biaya (free-of-charge).</p>
<ul>
<li><strong>ESL go</strong><br />
ESL go.com menawarkan free online classes dan message boards yang dapat      digunakan peserta untuk melatih grammar dan kosa kata.</p>
<p>http://www.eslgo.com</li>
<li><strong>Bell English Online</strong><br />
Pelajaran bahasa Inggris yang bebas biaya dari Bell Schools, UK. Bell      English online menawarkan ratusan latihan dang permainan untuk      meningkatkan bahasa Inggris.</p>
<p>http://www.bellenglish.com</li>
<li><strong>english @ home</strong><br />
Belajar bahasa Inggris gratis melalui newsletter, tips belajar, dan tips      meningkatkan pengetahuan grammar, dan vocabulary dalam bahasa Inggris.</p>
<p>http://www.english-at-home.com</li>
<li><strong>English for Free</strong><br />
Pelajaran bahasa Inggris gratis melalui email mengenai berbagai pokok      bahasan termasuk Business English dan TOEFL.</p>
<p>http://www.englishforfree.com</li>
<li><strong>ENGLISHonline.net</strong><br />
ENGLISHonline.net menawarkan pelajaran gratis mengenai percakapan dalam      bahasa Inggris (satu pelajaran untuk satu hari).</p>
<p>http://www.englishonline.net</li>
<li><strong>Business English Five</strong><br />
Menawarkan lima kata, ataupun lima kalimat dalam bahasa Inggris untuk      bisnis yang dikirimkan ke alamat email Anda setiap minggu untuk Anda      pelajari.<br />
Permintaan bisa diajukan ke edpro@cbn.net.id</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p>Belajar Bahasa Asing ( Bahasa Inggris ) merupakan Investasi untuk masa depan. Dengan mengetahui Manfaat, Prinsip belajar bahasa Inggris dan gaya belajar masing-masing, maka langkah selanjutnya adalah menumbuhkan Passion untuk terus belajar bahasa Inggris hingga Sukses.<strong> </strong></p>
<p>Semoga Menginspirasi …</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-penguasaan-beberapa-bahasa-asing.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Awal Menuju Masa Depan Terbaik melalui Pemahaman Matematika dan Logika Berpikir</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-pemahaman-matematika-dan-logika-berpikir.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-pemahaman-matematika-dan-logika-berpikir.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Smart Visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali kita menyebutkan kata “Matematika”, maka bagi sebagian Anak-anak langsung membayangkan sebagai hal-hal yang rumit, hitungan yang membuat Kepala Pusing Tujuh Keliling, atau Sesuatu yang Membosankan, akan tetapi sebagian kecil Anak-anak yang lain justru merasa Asyik dengan Matematika.

Bagaimana hal ini dapat terjadi ? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setiap kali kita menyebutkan kata “Matematika”, maka bagi sebagian Anak-anak langsung membayangkan sebagai hal-hal yang rumit, hitungan yang membuat Kepala Pusing Tujuh Keliling, atau Sesuatu yang Membosankan, akan tetapi sebagian kecil Anak-anak yang lain justru merasa Asyik dengan Matematika.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagaimana hal ini dapat terjadi ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pada awalnya, Matematika sudah diperkenalkan sejak TK bahkan Play Group … dan masing-masing anak dengan kemampuan berpikir yang sama ( masih murni ) mulai menerima Apa itu Matematika … Mulai mengenal bilangan awal … Operasi dasar Matematika seperti tambah dan kurang, Mulai mempelajari  proses perhitungan Matematika, mulai mengenal bangun-bangun datar seperti segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, segitiga siku-siku dengan berbagai warna yang menarik, kemudian bangun datar yang lain seperti lingkaran, persegi, persegi panjang, dll.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Asyiik bukan … !! Semua anak-anak pasti senang dengan Permainan Matematika … ?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Asyiik dengan membuat bangun-bangun datar dengan warna yang menarik</strong></li>
<li><strong>Asyiik dengan menempel angka-angka pada papan angka</strong></li>
<li><strong>Asyiik menggambar telur dengan jumlah sesuai dengan angka yang tertera di  bawahnya</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pokoknya … pada awalnya sangat menyenangkan … !!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seiring dengan perjalanan waktu, ketika anak-anak memasuki jenjang Sekolah Dasar, semua kesenangan akan Matematika seakan-akan lenyap … Anak-anak mulai takut dengan Matematika … Anak-anak mulai khawatir setiap ada pelajaran Matematika … lebih celaka lagi, kalau guru Matematikanya adalah Guru yang Menyeramkan alias Killer… Dan kalau sudah seperti ini, bukan Anak-anak saja yang takut akan Matematika bahkan orangtuanya juga ikut sibuk belajar Matematika …!!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Fenomenal dan Luar Biasa sekali bukan …!!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Peralihan dari <strong>Logika berpikir dan bermain</strong> ke Teknik Pengajaran Matematika yang <strong>Teoritis dan Prosedural</strong> membuat Anak-anak seakan-akan Shock …belum lagi ditambah beban kurikulum yang berat dengan seabrek pelajaran dan muatan local…</p>
<p>Jadi … semakin lengkaplah penderitaan Anak dan hingga suatu saat … sampai titik jenuh si Anak yang membuat cepat bosan, mudah marah, mengeluh tidak bisa dan negative thingking lainnya.</p>
<p>Padahal Pelajaran Matematika merupakan salah satu kunci dari berbagai disiplin ilmu, dengan Cakupan bidang yang sangat luas .. seperti dalam</p>
<ul>
<li>Teknologi dan SAINS untuk pengembangan Model, Aplikasi Teknik, Pengolahan dan Analisis Data, dll</li>
<li>Ekonomi untuk membaca Laporan Tahunan, Forecasting, Matematika Aktuaria dalam perhitungan Asuransi, dll</li>
<li>Sosial untuk menghitung biaya social dan variable yang timbul akibat suatu gejala social, dll</li>
<li>Syarat untuk masuk pegawai Negeri ( Psikotest ), Tes Beasiswa Internasional, Tes Masuk Sekolah, dll serta cerminan kecerdasaan Akademik Anak ( Kecerdasasan Intelensia, IQ).</li>
</ul>
<p><strong>Mengapa Salah Satu Persiapan Masa Depan dapat melalui Pemahaman Matematika dan Logika Berpikir yang baik ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seperti sudah dijelaskan di atas, Matematika mempunyai cakupan bidang yang luas. Sehingga ketika seorang Anak telah mampu menguasai Matematika dan Logika dengan baik, maka Anak akan mampu belajar apapun termasuk IPA, IPS, Komputer dan Bahasa dengan mudah.</p>
<p>Dan sudah pasti beberapa manfaat sudah pasti dirasakan secara langsung, akibat Penguasaan Matematika yang Baik, antara lain :</p>
<ul>
<li>Tes Masuk Sekolah Apapun, pasti mengujikan Matematika berarti harus lulus Matematika.</li>
<li>Tes Masuk PNS, pasti mengandung Matematika ( Tes TPA ) dan berarti harus lulus Matematika</li>
<li>Tes Beasiswa Internasional khusus Secondary dan S1, pasti harus lulus Matematika.</li>
<li>Untuk menjadi seorang Profesional di bidang Teknik, Ekonomi, SAINS, dan IT dll harus mempunyai Analisis berpikir yang tajam, mampu membaca Analisis Numerik/data, dll</li>
</ul>
<p>Beberapa akibat dari Persiapan Matematika yang buruk sedari kecil, antara lain :</p>
<ul>
<li>Kebanyakkan para siswa gagal masuk suatu Universitas, akibat nilai tes Matematika yang buruk. Padahal si Anak hanya ingin mengambil kuliah Kedokteran atau Ilmu Sosial lainnya yang notabene tidak memerlukan Matematika yang banyak.</li>
<li>Tidak Percaya Diri dalam persaingan/Kompetisi yang memerlukan kecerdasan akademik, seperti Tes Masuk Beasiswa Internasional, Tes menjadi Pegawai Negeri / Swasta yang mensyaratkan harus lulus Tes Potensi Akademik.</li>
<li>Analisis Berpikir dan Logika yang tidak tajam, sehingga Perkembangan Kepribadian biasanya hanya mengandalkan pengalaman.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Apa Langkah Terbaik agar Pemahaman Matematika dan Logika menjadi lebih baik ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berdasarkan Pengalaman Instruktur dalam mendidik dan Mengajar Anak, antara lain :</p>
<ul>
<li>Perbanyak Latihan Matematika sedari kecil, misalnya setiap hari belajar Matematika minimal 1 Jam</li>
</ul>
<p>Dengan belajar secara kontinu, maka frekuensi yang berulang lebih banyak yang berarti tingkat keberhasilan</p>
<p>dan Penguasaan akan materi Matematika juga semakin tinggi.</p>
<ul>
<li>Berikan Pemahaman Pentingnya Belajar Matematika melalui Permainan atau Membiasakan Anak Membayar buku bacaannya di Kasir atau Memberikan Motivasi kepada Anak misalnya jika ingin seperti Tokoh yang diimpikan maka memerlukan Latihan dan Kerja Keras ( Pantang Menyerah ).</li>
</ul>
<ul>
<li>Untuk Mengasah Logika Berpikir, ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain :
<ul>
<li>Biasakan Anak mengerjakan Matematika Nalaria, terutama yang berbentuk soal cerita atau soal Aplikasi Matematika.</li>
<li>Permainan Matematika seperti Puzzle, Teka-teki Matematika, Catur, dll</li>
<li>Biasakan Anak membuat Mind Mapping, Skema atau Flow Chart</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Dan yang Terpenting adalah biasakan untuk mencoba/berekspresi akan kemampuan dirinya sendiri dan tidak takut akan salah, dan Terus di Motivasi agar mencoba / memperbaiki kembali … sampai puas ..!</li>
</ul>
<ul>
<li>Guru Matematika yang Terbaik adalah Guru yang paling Sabar dan Mampu memotivasi Anak didiknya untuk terus mencoba .. dan tidak putus asa / mudah menyerah, bukan menakuti atau menjadikan dirinya sebagai sosok yang sombong atau Killer.<br />
Kedekatan dan Mengerti Kesulitan Anak dalam belajar merupakan kunci dalam Belajar Mengajar.</li>
</ul>
<p><strong>Semoga Menginspirasi …</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/langkah-awal-menuju-masa-depan-terbaik-melalui-pemahaman-matematika-dan-logika-berpikir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA KECERDASAN EMOSI ( EQ ) dalam MENUNJANG KEBERHASILAN ANAK</title>
		<link>http://www.ignatius-edu.com/pentingnya-kecerdasan-emosi-eq-dalam-menunjang-keberhasilan-anak.html</link>
		<comments>http://www.ignatius-edu.com/pentingnya-kecerdasan-emosi-eq-dalam-menunjang-keberhasilan-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 04:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ignatius-edu.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Pada konsep tradisional, IQ adalah segala-galanya. IQ  yang tinggi identik dengan Sukses dan IQ yang rendah sudah pasti dicap gagal. Tingkat kecerdasaan merupakan faktor bawaan yang sudah ditentukan sejak lahir. Karena itu, siapapun tidak dapat mengubah apalagi meningkatkan kadar  inteligensi seseorang.

Namun seiring dengan perkembangan pendidikan, konsep tersebut mulai tergeser oleh hasil penelitian yang secara intens mempelajari cara meningkatkan kecerdasan seseorang. Selain itu dari hasil penelitian juga menghasilkan bahwa bahwa kesuksesan seseorang tidak lagi hanya ditentukan oleh IQ semata, melainkan juga tingkat kecerdasan lain seperti EQ dan SQ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada konsep tradisional, IQ adalah segala-galanya. IQ  yang tinggi identik dengan Sukses dan IQ yang rendah sudah pasti dicap gagal. Tingkat kecerdasaan merupakan faktor bawaan yang sudah ditentukan sejak lahir. Karena itu, siapapun tidak dapat mengubah apalagi meningkatkan kadar  inteligensi seseorang.</p>
<p>Namun seiring dengan perkembangan pendidikan, konsep tersebut mulai tergeser oleh hasil penelitian yang secara intens mempelajari cara meningkatkan kecerdasan seseorang. Selain itu dari hasil penelitian juga menghasilkan bahwa bahwa kesuksesan seseorang tidak lagi hanya ditentukan oleh IQ semata, melainkan juga tingkat kecerdasan lain seperti EQ dan SQ.</p>
<p>Apa itu IQ, EQ dan SQ ?</p>
<ul>
<li>IQ ( Kecerdasan Intelektual ) ditemukan di Paris Perancis pada tahun 1905 oleh Binet. Posisinya pada fungsi otak luar atau Neocortex.</li>
<li>EQ ( Kecerdasan Emosi ) ditemukan pada tahun 1995 oleh Daniel Goleman, berada pada fungsi otak Limbic System.</li>
<li>SQ ( Kecerdasan Spiritual ) ditemukan pada tahun 2000 oleh VS Ramachandran, berada pada fungsi syaraf otak yang disebut God Spot.</li>
</ul>
<p>Sudah cukupkah seseorang memiliki <strong>Kecerdasan Intelektual (IQ)</strong> yang tinggi ?</p>
<p>Seringkali pada anak-anak dengan IQ superior harusnya mempunyai prestasi yang tinggi, tetapi pada kenyataannya IQ tinggi tapi prestasi tidak optimal. Harusnya IQ yang tinggi prestasinya juga optimal. Disinilah EQ berperan, untuk itu ada suatu kesimpulan bahwa IQ tidak bisa meramalkan kesuksesan seseorang.</p>
<p>Contoh lain misalnya orang yang memiliki kecerdasan otak saja dan memiliki gelar tinggi belum tentu  sukses di dunia kerja.</p>
<p>Kebanyakan dari program pendidikan hanya berpusat pada kecerdasan akal (IQ), padahal diperlukan pula kecerdasan Emosi seperti ketangguhan, inisiatif, kreativitas, motivasi, optimis, kemampuan beradaptasi dan kerjasama tim.</p>
<p>Selain Kecerdasan Emosi, yang lebih penting lagi adalah kecerdasan Spiritual yang berbicara mengenai keikhlas dalam aktivitas sehari-hari, hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta sehingga mengerti arti / maknanya hidup.</p>
<p>Apa itu Kecerdasan Emosional ?</p>
<p>Menurut Daniel Goldman, Kecerdasan Emosi adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Kemampuan untuk mengenali Emosi Diri Sendiri</strong><br />
Mengenali Emosi diri berarti mewaspadai terhadap pikiran tentang suasana hati sendiri, artinya Setiap individu harus memosisikan diri sebagai pengontrol emosi, bukan dikontrol oleh emosi.</p>
<p>Jangan hanya mengajarkan kecerdasan akademis (IQ)  saja pada anak, tapi juga mengenali emosi untuk bisa mengatasi gejolak yang ditimbulkan oleh kesulitan-kesulitan hidup / belajar antara lain Kesulitan belajar akan Matematika, Tantangan Ujian Sekolah, Bagaimana rasa bahagia jika mendapat nilai yang baik, Sukses dalam suatu kompetisi atau bagaimana rasanya kalah atau gagal dalam suatu kompetisi, dll.</p>
<p>Jika Pemahaman akan Emosi Diri telah berjalan dengan baik, maka Anak/Siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih siap terhadap tekanan lingkugan di sekitarnya, bertanggung jawab apa yang terjadi dalam hidupnya, misalnya Kalau mendapat nilai jelek, bukan karena guru tetapi karena diri sendiri. Dengan pemikiran ini membuat setiap siswa secara sadar mengambil kemudi atas hidupnya sendiri serta tidak melampiaskan tekanan-tekanan dengan hal-hal yang negative seperti Narkoba.</li>
<li><strong>Mengelola dan Mengekspresikan Emosi diri dengan Tepat</strong><br />
Ketika seseorang mampu mengelola dan mengekspresikan emosi, maka keuntungannya akan mampu lebih cepat menguasai perasaan, dan kembali membangkitkan kehidupan emosi yang normal.</p>
<p>Misalnya Jika seseorang siswa gagal dalam suatu ujian, katakanlah Tes Masuk Perguruan Tinggi Favorit yang ingin dituju, maka jika siswa tersebut cepat menguasai perasaan, maka akan cepat pula bangkit dalam perasaan normal. Hal ini akan lebih baik, karena siswa tersebut akan lebih optimis dalam melanjutkan studi selanjutnya ke universitas yang lain dan tidak terpuruk dengan kegagalan yang dialami.</p>
<p>Setiap orang pasti pernah menjumpai kegagalan, Hanya saja orang-orang yang sukses selalu menggunakan kegagalan itu sebagai umpan balik atas apa yang sedang dilakukan.</li>
<li><strong>Memotivasi Diri Sendiri</strong><br />
Diharapkan dapat memotivasi diri sendiri untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam suatu penelitian pada anak-anak, yang mampu mengendalikan diri atau bersabar untuk mencapai hasil yang lebih besar, terdapat korelasi dengan kesuksesan anak-anak tersebut di masa depan. Tidak mudah hancur, tidak mudah mengeluh, lebih bahagia, lebih mudah berhubungan dengan orang lain dan dalam hal pekerjaan pun lebih lebih berprestasi dan lebih cakap.</li>
<li><strong>Mengenali Emosi Orang lain</strong><br />
Bisa berempati, bisa merasakan apa yang orang lain rasakan tanpa harus terhanyut. Ini merupakan hal mendasar dan cukup penting, ketika ingin membangun kehidupan bersosial, bertetangga atau berorganisasi.</p>
<p>Dengan demikian hubungan tetap berlangsung hangat dengan orang lain, lebih peka dan lebih bisa menyesuaikan diri.</li>
<li><strong>Membina hubungan dengan orang lain</strong><br />
Jangan takut untuk berbeda, berbeda itu tidak selamanya buruk. Jangan selalu berkorban / mengalah untuk keperntingan orang lain atau mengorbankan prinsip untuk menyenangkan orang lain, misalnya ikut-ikutan merokok, minum-minum dan sebagainya.</p>
<p>Ajarkan pada anak tentang kejujuran. Utamakan ketulusan, kejujuran pada perasaan diri sendiri dan pentingnya  menghadirkan prinsip menjadi diri sendiri.</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p>Jangan terpaku pada satu kecerdasan akademik (IQ) saja, tetapi kembangkanlah diri setiap anak dengan berbagai kecerdasan lainnya seperti Kecerdasan Emosi dan Kecerdasan Spiritual untuk membangun manusia yang sukses, bahagia baik secara horizontal ( antar sesama manusia ) maupun secara vertikal ( Sang Pencipta ).</p>
<p>Jangan terpaku pada sesuatu hal, sebab banyak hal yang selalu berubah. Mereka yang tidak bisa beradaptasi dengan hal-hal yang baru akan tertinggal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ignatius-edu.com/pentingnya-kecerdasan-emosi-eq-dalam-menunjang-keberhasilan-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
